Jakarta, CNN Indonesia --
Sebelum melangsungkan pernikahan, Anda kudu tahu jenis mahar nan boleh dan dilarang dalam Islam. Sebab, meski perihal ini krusial tapi masih banyak orang nan belum mengetahuinya.
Mahar yang juga sering disebut maskawin adalah pemberian wajib dalam corak duit alias peralatan dari mempelai laki-laki kepada perempuan. Mahar sendiri diberikan ketika janji nikah berlangsung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir laman NU Online, mahar hukumnya wajib. Hal ini sesuai dengan keterangan Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji 'ala Madzhab al-Imam al-Syâfi'i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz IV, halalaman 75:
الصداق هو المال الذي وجب على الزوج دفعه لزوجته بسبب عقد النكاح.
Artinya: "Maskawin adalah kekayaan nan wajib diserahkan oleh suami kepada istri dengan karena janji nikah."
Diwajibkannya mahar juga termaktub di dalam Al Quran, tepatnya di dalam Surah An-Nisa, ayat 4. Bunyinya sebagai berikut:
وَاٰتُوا النِّسَاۤءَ صَدُقٰتِهِنَّ نِحْلَةًۗ فَاِنْ طِبْنَ لَكُمْ عَنْ شَيْءٍ مِّنْهُ نَفْسًا فَكُلُوْهُ هَنِيْۤـــًٔا مَّرِيْۤـــًٔا
Artinya: Berikanlah mahar kepada wanita (yang Anda nikahi) sebagai pemberian nan penuh kerelaan. Kemudian, jika mereka menyerahkan kepada Anda sebagian dari (mahar) itu dengan senang hati, terimalah dan nikmatilah pemberian itu dengan senang hati.
Berikut jenis mahar nan boleh dan dilarang dalam Islam nan perlu diperhatikan sebelum melangsungkan pernikahan.
Mahar nan boleh dalam Islam
Mengutip buku Fikih Pernikahan nan ditulis oleh Achmad Ngarifin, terdapat dua jenis mahar dalam Islam nan dibolehkan, ialah mahar musamma dan mahar mitsil. Berikut penjelasannya:
1. Mahar musamma
Mahar musamma adalah jenis mahar nan corak dan jumlahnya telah ditentukan terlebih dulu oleh pihak mempelai wanita, baik lewat wali alias dirinya sendiri, untuk kemudian disepakati oleh calon suami.
Jenis mahar ini diperbolehkan selama memenuhi ketentuan syarat sah mahar. Namun, jika rupanya salah satu syarat mahar tersebut tidak terpenuhi, mahar musamma dianggap tidak sah.
Dalam kondisi tersebut, calon suami wajib menggantinya dengan mahar mitsil, alias jenis mahar nan umumnya bertindak di masyarakat setempat.
Contoh mahar musamma bisa dalam corak uang, emas, dan peralatan lainnya nan nilainya disepakati sebelumnya.
2. Mahar mitsil
Sementara Mahar mitsil adalah mahar berupa peralatan alias sesuatu nan disukai oleh wanita nan sepadan dengan calon istri. Untuk tahu nilai mahar ini, biasanya calon suami dapat menanyakan kepada kerabat wanita calon istri.
Andai tidak ada kerabat nan dapat dijadikan acuan, calon suami dapat mencari komparasi dari wanita lain nan tinggal di lingkungan nan sama dengan calon istri, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti status sosial, kecantikan, dan keadaan ekonomi.
Selain itu, penentuan mahar mitsil bisa dilakukan ketika pihak mempelai wanita sebenarnya sudah menyebut mahar nan diinginkannya, tetapi lantaran salah satu syarat tidak terpenuhi, mahar tersebut tidak sah dan diganti dengan mahar mitsil nan lebih sesuai menurut ketentuan syariat.
Mahar nan dilarang dalam Islam
Selain nan dibolehkan, ada pula mahar nan dilarang dalam Islam. Menurut akun IG Direktorat Bina KUA & KS @kua_kita, terdapat empat jenis mahar nan dilarang dalam Islam. Penjelasannya sebagai berikut:
1. Mahar nan berlebihan
Jenis mahar nan dilarang dalam Islam pertama adalah mahar nan berlebihan. Hal ini lantaran Islam menganjurkan kesederhanaan dalam menentukan mahar.
Rasulullah Saw pun tidak menyukai mahar nan terlalu tinggi alias berlebihan lantaran perihal itu dapat menunjukkan sifat bermegah-megahan dan tidak sesuai dengan semangat pernikahan nan penuh keberkahan.
2. Mahar nan memberatkan
Menetapkan mahar di luar keahlian calon suami termasuk perihal nan tidak dibenarkan dalam Islam. Mahar idealnya disesuaikan dengan kondisi ekonomi calon mempelai laki-laki agar tidak menimbulkan beban di kemudian hari.
3. Mahar nan tidak bernilai
Menurut penjelasan dalam buku Walimah Cinta karya Ummu Azzam, nilai mahar tidak ditentukan oleh corak alias jenisnya, tetapi oleh makna dan sifatnya.
Mahar nan tidak mempunyai nilai faedah alias tidak layak dijadikan pemberian dianggap tidak sah. Maka itu, sebaiknya mahar dalam corak sesuatu nan berbobot dan dapat memberikan faedah bagi pihak istri.
4. Mahar nan haram
Mahar juga kudu diperoleh dengan langkah nan halal. Bila kekayaan alias peralatan nan dijadikan mahar didapatkan melalui jalan nan haram, seperti hasil riba, pencurian, alias penipuan, mahar tersebut tidak sah menurut syariat.
Itulah Berikut jenis mahar nan boleh dan dilarang dalam Islam. Hal ini perlu diperhatikan terutama jika hendak melangsungkan pernikahan. Semoga bermanfaat!
(san/juh)
[Gambas:Video CNN]
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·