Jakarta, CNN Indonesia --
Dunia bulutangkis dikejutkan oleh keputusan Viktor Axelsen yang menyatakan pensiun lewat media sosial pribadinya pada Rabu (16/4). Berikut perjalanan pekerjaan Viktor Axelsen di bumi bulutangkis hingga putuskan pensiun.
Di usia 32 tahun, pebulutangkis asal Denmark itu memilih mengakhiri kariernya di bulutangkis setelah berjuang melawan cedera punggung nan tak kunjung pulih.
"Hari ini adalah hari nan tidak mudah bagi saya. Karena masalah punggung saya nan berulang, saya tidak lagi bisa berkompetisi dan berlatih di level tertinggi. Setelah menjalani operasi endoskopi, beberapa suntikan, metode latihan baru, perawatan, dan pada dasarnya mencoba segala langkah untuk bebas dari rasa sakit selama ini, saya disarankan untuk konsentrasi pada kesehatan jangka panjang saya," tulis Axelsen mengawali pernyataan resmi pensiunnya di media sosial IG miliknya, Rabu (15/4) siang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menerima situasi ini sangat sulit, tetapi saya sekarang telah mencapai titik di mana tubuh saya tidak mengizinkan saya untuk melanjutkan," ucap Axelsen menambahkan.
Perjalanan pekerjaan Axelsen sendiri dimulai sejak usia muda. Ia sudah menunjukkan bakat yang luar biasa dengan menjuarai turnamen nasional junior di nomor tunggal dan dobel pada 2006 dan 2008.
Namanya mulai dikenal luas saat merebut gelar Kejuaraan Dunia Junior 2010, sekaligus mencatatkan gelar senior internasional pertamanya di Cyprus International pada usia 16 tahun.
Karier Axelsen terus menanjak. Pada 2014, dia meraih gelar pertamanya di Swiss Open serta mengoleksi lencana perunggu di Kejuaraan Dunia dan Kejuaraan Eropa.
Dua tahun berselang, Axelsen mencetak sejarah krusial dengan menjadi juara Eropa 2016 dan membantu Denmark meraih gelar Piala Thomas pertama. Di tahun nan sama, dia juga menyabet lencana perunggu Olimpiade Rio usai mengalahkan legenda China, Lin Dan.
Puncak pekerjaan Axelsen datang pada 2017 saat dia menjadi juara bumi di Glasgow. Kemenangan itu mengantarkannya bercokol di ranking satu bumi BWF. Setelah itu, dia terus menambah koleksi gelar, termasuk All England 2020 nan mengakhiri penantian panjang Denmark di sektor tunggal putra.
Dominasi Axelsen semakin nyata ketika dia meraih lencana emas Olimpiade Tokyo 2020 . Ia juga kembali meraih gelar juara bumi pada 2022.
Prestasi puncaknya bersambung di Olimpiade Paris 2024, saat dia kembali meraih lencana emas dan mencatat sejarah sebagai pemain tersukses di era bulu tangkis modern.
Namun, cedera mulai menghantui sejak 2025. Masalah punggung dan bahu membuatnya sering tidakhadir dan menjalani operasi. Meski sempat mencoba kembali, kondisinya tak kunjung membaik hingga akhirnya memutuskan untuk pensiun pada Rabu (15/4).
[Gambas:Video CNN]
(rhr/rhr/abs)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·