Jakarta, CNN Indonesia --
PT Pertamina (Persero) menyiagakan Satuan Tugas Ramadhan dan Idul Fitri untuk menjamin kesiapan dan kelancaran pasokan daya selama Lebaran 2026.
Satgas disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sumber daya selama periode Hari Raya Idul Fitri 1447 H.
Pertamina memprediksi, puncak arus mudik tahap I pada Lebaran Tahun ini terjadi pada 14 sampai dengan 15 Maret 2026. Sementara puncak mudik kedua terjadi pada 18 sampai dengan 19 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk arus balik, Pertamina memprediksi puncak tahap pertama terjadi pada 14 sampai dengan 25 Maret 2026. Sementara itu, puncak mudik kedua terjadi pada 28 sampai dengan 29 Maret 2026.
Nah, berangkaian dengan Lebaran 2026 itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengatakan pihaknya sudah memprediksi permintaan BBM akan naik 12 persen selama periode tersebut.
Tak hanya BBM, pihaknya juga memprediksi permintaan LPG naik 4 persen, avtur 2,8 persen dan kerosene 4,2 persen.
Untuk mengantisipasi lonjakan itu, selain menyiagakan Satgas Rafi 2026, pihaknya juga menyiagakan 7.885 SPBU, 6.777 pertashop, 6.662 pemasok LPG,757 SPBE dan 223 pemasok minyak tanah.
Selain itu, guna memastikan layanan terhadap masyarakat selama Lebaran, Pertamina juga menyiagakan jasa pendukung di jalur potensial, seperti; tol, wisata, jalur lampau lintas utama berupa; SPBU 24 jam sebanyak 2.074 unit, pemasok LPG siaga sebanyak 6.300 unit, 96 unit jasa modular BBM dan 62 Kiosk Pertamina. SIaga di 64 titik lokasi, Motorist BBM 200 unit, PDS Bright Gas 2.701 outlet, mobil tangki stand by 200 unit dan 41 unit Serambi MyPertamina.
Selain itu, demi mengantisipasi terjadinya bencana, Pertamina juga mempersiapkan Tim Tanggap Darurat Bencana di masing-masing regional.
Layanan tambahan
Selain itu, untuk menjamin kelancaran arus mudik dan kembali Lebaran 2026, Pertamina juga menyediakan jasa tambahan.
Layanan berupa; motoris baik untuk BBM sebanyak 174 unit maupun LPG sebanyak 2.701 unit. Pertamina juga menyediakan jasa tambahan berupa 5 unit ambulance, porter cuma-cuma di 9 airport dan 2 towing serta service car.
Nah, untuk mendukung kelancaran pengedaran daya saat lebaran itu, anak upaya Pertamina; PT Pertamina Trans Kontinental bakal menyiagakan 415 kapal tugboat .
Sementara Pertamina Energy Terminal berkomitmen menyimpan pasokan BBM dan LPG selama Lebaran.
Sementara di sektor hulu, untuk menjaga laju produksi, Pertamina melalui PT Pertamina Hulu Energi, juga berupaya menjaga tingkat lifting mencapai 386 ribu barel minyak per hari (MBOPD).
Di sektor anak upaya di bagian Perhotelan dan Hospitality, Pertamina Patra Jasa juga mengoperasikan 9 unit hotel nan tersebar di beragam destinasi strategis di Indonesia, dengan total lebih dari 900 bilik untuk melayani kebutuhan penginapan masyarakat saat lebaran.
Vice President Corporate Secretary. PT Patra Jasa Fadjar Djoko Santoso mengatakan pada masa Satgas Ramadan dan Idulfitri, Patra Jasa menyediakan beragam promo dan kerjasama dengan mitra untuk menambah kenyamanan liburan masyarakat.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron mengatakan untuk menjamin kesiapan daya selama Lebaran 2026, pihaknya juga bakal melakukan monitoring pasokan secara ketat melalui Pertamina Digital Hub.
Digital hub ini merupakan sistem pengawasan dan pengendalian pasokan daya Pertamina nan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pertamina Digital Hub juga menjadi salah satu strategi Pertamina untuk menjaga level persediaan energi, agar secara konsisten tersedia setiap waktu.
Menurut Baron digital hub ini terkoneksi dengan seluruh upaya Pertamina, sehingga semua aktivitas maupun proses upaya terpantau dengan jelas.
"Pada akomodasi ini, Pertamina bisa memetakan kondisi pasokan dan persediaan daya di setiap rantai pasok secara kontinyu, mulai dari sektor hulu, pengolahan, pengapalan dan pengangkutan, hingga pengedaran ke SPBU-SPBU Pertamina. Kami mempunyai akses terhadap info dan kamera pengawasan, apalagi pergerakannya setiap detik," kata Baron.
Pada sektor hulu, operasional dipastikan melangkah sesuai standar, sehingga sasaran operasional dari masing-masing entitas dapat terjaga.
Sementara pada sektor hilir, Pertamina memonitor pergerakan kapal nan membawa produk ataupun minyak mentah, alias proyeksi ketibaan pengadaan produk alias minyak mentah tersebut.
Optimalisasi operasional kilang dalam negeri terus dilakukan guna mendukung ketahanan daya nasional.
Penggunaan teknologi tinggi juga memudahkan Pertamina dalam memonitor kesiapan produk di outlet penjualan, seperti BBM di SPBU. Pertamina bisa memonitor awak mobil tangki dalam proses pengedaran ke SPBU, hingga memonitor jumlah stok di masing-masing SPBU.
"Melalui satu dashboard terpadu, Pertamina dapat mengidentifikasi pergerakan konsumsi BBM dan LPG di setiap wilayah, sehingga langkah antisipatif dapat dilakukan lebih awal andaikan terjadi peningkatan permintaan, kondisi cuaca ekstrem, maupun dinamika dunia nan berpotensi memengaruhi rantai pasok energi," kata Baron.
Baron menambahkan, transformasi digital Pertamina menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasokan daya nasional. Sesuai dengan patokan Pemerintah, Pertamina telah mengamankan persediaan daya nasional di atas level minimum, ialah berkisar 21 - 23 hari. Bahkan ada produk tertentu cadangannya hingga 35 hari.
"Acuan persediaan Pemerintah menjadi periode pemisah pengamanan nan kudu selalu dipertahankan. Selama pengedaran dan suplai melangkah normal, stok terus mengalami pergerakan, sehingga Pertamina terus menjaga persediaan di atas level minimum. Ini menjadi langkah mitigasi akibat dan corak komitmen Pertamina dalam menjaga ketahanan energi," jelas Baron.
(agt)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·