CNN Indonesia
Selasa, 06 Mei 2025 07:55 WIB
Presiden Prabowo Subianto bakal menghapus utang petani nan sudah menunggak di bank selama puluhan tahun agar mereka terbebas dari jerat rentenir dan pinjol. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA).
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto bertekad bakal menghapus utang petani dan masyarakat mini di bank.
Menurutnya, utang tersebut telah membebani masyarakat mini dan petani.
Tak hanya itu, utang di bank tersebut telah menjerat petani ke dalam lingkaran setan. Pasalnya, gara-gara utang petani di bank nan sudah tertunggak selama puluhan tahun itu membikin mereka tidak bisa mengusulkan pinjaman lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena masalah itu, untuk membiayai keperluan mereka, petani kudu mencari pembiayaan dengan mencari pinjaman ke rentenir dan juga pinjaman online.
"Masalah sekian puluh tahun lalu, utang orang mini nan sebenarnya dihapus bank tetap dituntut, jutaan petani rakyat mini kita tidak bisa pinjam lagi terpaksa mereka pinjam dari rentenir, pinjam dari pinjol," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna Senin (5/5) kemarin.
"Padahal (pinjol) rentenir nan gila bunganya, harian," tambahnya
Meski bakal menghapus utang petani, Prabowo mengatakan kebijakan itu bakal dilakukan dengan tetap menjaga kesehatan APBN.
"Kita bakal tetap disiplin pada diri kita sendiri. Kita menjaga bahwa kita pelihatara defisit kita tetap terjaga 2,5 persen dari GDP," katanya.
Sekitar 6 juta petani dan nelayan terlilit utang bank.
Hal itu disampaikan adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo. .
Hashim mengatakan utang petani dan nelayan ke perbankan itu berkisar Rp10 juta hingga Rp20 juta. Itu merupakan utang di era krisis moneter 1998, krisis ekonomi 2008, dan lain-lain.
Utang-utang tersebut katanya membikin nelayan tidak bisa mendapatkan angsuran dari perbankan.
"Ternyata semua utang ini sudah dihapusbukukan sudah lama dan sudah diganti oleh asuransi perbankan, tapi kewenangan tagih dari bank belum dihapus. Sehingga 6 juta (petani dan nelayan) ini tidak bisa dapat kredit," ungkap Hashim akhir 2024 lalu.
"Mereka (pinjam) ke mana? Ke rentenir dan pinjol. Saya baru tahu pinjol apa 6 bulan lalu. Saya memang konglomerat, gak perlu pinjol. Tapi rupanya kita konglomerat nan (punya) hati nurani. Kita (waktu) dengar kaget. Saya sampaikan ke Prabowo, ini kudu diubah. Ini tahun lampau (2023 diketahui) dan Prabowo setuju (dihapus)," sambungnya.
[Gambas:Video CNN]
(agt)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·