CNN Indonesia
Sabtu, 24 Mei 2025 12:36 WIB
Presiden Prabowo Subianto bakal memberi support subsidi bayaran (BSU) bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Maulana).
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto bakal memberi support subsidi bayaran (BSU) bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta.
Bantuan ini adalah program nan pernah dilakukan pemerintah pada masa covid-19. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan nominal BSU tak sebesar pandemi lampau nan mencapai Rp600 ribu.
"Pemberian (bantuan) subsidi bayaran seperti (masa) covid. Besarannya lebih mini (dari Rp600 ribu)," ujar Airlangga, dikutip dari detikcom, Sabtu (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2022 lalu, pemerintah memberi BSU senilai Rp600 ribu untuk para pekerja dengan penghasilan di bawah Rp3,5 juta. Bantuan ini hanya dibagikan satu kali kepada para penerima nan memenuhi syarat.
Mengacu pengumuman resmi di situs Kemenko Perekonomian, BSU bakal disalurkan mulai 5 Juni 2025. Pemberian support itu berbarengan dengan lima stimulus alias insentif ekonomi lain.
Pertama, potongan nilai biaya transportasi. Ini mencakup potongan nilai tiket kereta api, pesawat, serta tarif pikulan laut selama masa libur sekolah.
Sedangkan insentif kedua adalah potongan tarif tol nan bertindak selama Juni 2025 dan Juli 2025. Program ini ditargetkan menyasar sekitar 110 juta pengendara.
Ketiga, potongan nilai tarif listrik 50 persen selama Juni 2025-Juli 2025 untuk 79,3 juta rumah tangga dengan daya listrik di bawah 1.300 VA. Keempat, tambahan alokasi support sosial berupa kartu sembako dan support pangan bagi 18,3 juta family penerima faedah (KPM).
Sementara, stimulus kelima adalah perpanjangan program potongan nilai iuran agunan kecelakaan kerja (JKK) bagi pekerja di sektor padat karya.
"Stimulus ini diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua. Jadi, momentum ini kita manfaatkan untuk membikin beberapa program. Nah, ini beberapa program nan disiapkan tentunya untuk mendorong pertumbuhan melalui apa nan bisa ditingkatkan melalui konsumsi," tuturnya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2025 lampau hanya 4,87 persen. Capaian itu lebih rendah daripada kuartal I 2024 nan tumbuh 5,11 persen.
[Gambas:Video CNN]
(skt/sfr)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·