CNN Indonesia
Selasa, 06 Mei 2025 11:28 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengungkap bayaran pekerja Indonesia rendah jika dibandingkan dengan negara lain lantaran pemerintah memberi BLT ke masyarakat. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA).
Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan upah pekerja Indonesia rendah jika dibandingkan dengan negara lain.
Prabowo berbicara perihal itu terjadi lantaran pemerintah turun tangan. Pemerintah, ucapnya, menggelontorkan sekitar Rp500 triliun alias sekitar US$30 miliar per tahun untuk membantu masyarakat miskin dan menengah.
"Saya juga katakan kepada para pengusaha. Upah kerabat nan dikasih ke pekerja relatif bisa dikatakan rendah dibandingkan tetangga-tetangga kita lantaran pemerintah memberi support tunai langsung," kata Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan Rp500 triliun itu diberikan melalui beberapa program. Sebagian di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), support langsung tunai, hingga subsidi energi.
Prabowo mengatakan program-program support itu adalah warisan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Jokowi. Dia melanjutkan program tersebut lantaran berpihak pada rakyat.
Selain itu, pemerintah juga melaksanakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun ini. Total anggaran nan digelontorkan mencapai Rp170 triliun alias sekitar US$10 triliun selama 2025.
"Jadi nan tadi 30 miliar dolar plus 10, 40 miliar dolar untuk membantu desil 1-2 dan kelas menengah juga," ujarnya.
"Ini adalah, we are the real welfare state," ucap Prabowo.
Merujuk catatan pemerintah, pendapatan per kapita Indonesia tahun 2024 US4.960,33 alias sekitar Rp78,62 juta. Angka itu naik dari tahun sebelumnya sekitar Rp75 juta per orang per tahun.
[Gambas:Video CNN]
(dhf/agt)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·