Jakarta, CNN Indonesia --
Satu prajurit TNI meninggal bumi dalam penyerangan dan pembakaran pos di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah pada Sabtu (21/2) pekan lalu.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto menjelaskan letak nan menjadi sasaran pembakaran bukan merupakan pos TNI, melainkan Pos Keamanan milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL).
Pos tersebut sering disebut oleh masyarakat setempat sebagai Pos Palang, lantaran posisinya terletak di luar wilayah PT KEL.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu kami luruskan bahwa nan dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan," kata Tri dalam keterangan tertulis, Rabu (25/2).
Ia menyatakan dalam peristiwa tersebut, dua orang dilaporkan menjadi korban.
Salah satunya personil TNI ialah Serda Hardiman nan merupakan personil Deninteldam XVII/Cen nan melaksanakan tugas Monitoring di Nabire, serta seorang penduduk sipil nan dikenal Aksay Sandika Moho, nan merupakan tenaga kerja PT KEL.
Keduanya menjadi korban dalam tindakan nan diduga dilakukan oleh golongan organisasi papua merdeka (OPM) itu.
"Kami mewakili pihak Kodam, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan semoga family nan ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan," katanya.
Ia menjelaskan jenazah Serda Hardiman telah diberangkatkan untuk proses pemakaman nan dilaksanakan di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (23/2) lalu.
Terkait info adanya senjata nan dirampas dalam kejadian tersebut, dia menyatakan pihaknya tetap melakukan investigasi lebih lanjut.
"Saat ini tetap dilakukan investigasi oleh Kodam XVII/Cenderawasih untuk memastikan apakah terdapat senjata nan ikut dirampas dalam kejadian tersebut," katanya.
(yoa/kid)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·