Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjelaskan penggunaan biaya sebesar Rp100 miliar nan disiapkan untuk pembongkaran tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Pramono menegaskan jika biaya tersebut tidak hanya digunakan untuk pembongkaran melainkan juga untuk merapikan jalan dan pembuatan trotoar di area Rasuna Said.
"Tentunya saya juga mau meluruskan dalam kesempatan ini 100 miliar nan dikeluarkan itu bukan hanya untuk membongkar," ujarnya TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi untuk membikin jalan, trotoar, merapikan dan sebagainya biaya keseluruhan untuk memperbaiki jalan Rasuna Said itu angkanya 100," imbuhnya.
Oleh karenanya, dia menegaskan biaya tersebut bukanlah untuk pembongkaran tiang monorel semata. Pasalnya jika hanya untuk pembongkaran, kata dia, tidak perlu biaya begitu besar.
"Jadi bukan hanya bongkar, jika bongkar mini bangetlah," tegasnya.
Sebelumnya, Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta bakal mulai membongkar tiang monorel nan ada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Rabu pekan depan.
Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny menyebut total ada 98 tiang nan bakal dibongkar dan ditargetkan selesai pada September 2026.
"Setelah pembongkaran, nantinya bakal ada penataan area Jalan HR Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki," jelasnya.
Biaya bongkar tiang monorel ditaksir tak lebih Rp300 juta
Pemerhati Jakarta Sugiyanto mengemukakan bahwa penduduk Jakarta kudu tahu dan tidak perlu ada lagi kesalahpahaman mengenai biaya pembongkaran tiang monorel sepanjang Jalan HR Rasuna Said lantaran anggarannya tak lebih Rp300 juta.
"Terjadi mispersepsi di masyarakat. Seolah-olah biaya pembongkaran 109 tiang monorel mencapai Rp100 miliar," kata Sugiyanto di Jakarta, Minggu.
Padahal, kata dia, nomor itu merupakan perkiraan total biaya penataan area Jalan HR Rasuna Said secara terpadu. "Bukan hanya pembongkaran tiang," katanya.
Menurut dia, jika dihitung secara logis dengan merujuk pada nilai satuan pembongkaran beton nan lazim digunakan dalam bumi konstruksi, biaya pembongkaran bentuk tiang monorel justru berada pada kisaran ratusan juta rupiah, bukan puluhan miliar.
Harga satuan pembongkaran beton umumnya berkisar antara Rp400.000 hingga Rp600.000 per meter kubik (m3). Sementara jumlah tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said tercatat sebanyak 109 tiang, dengan perkiraan volume masing-masing tiang sekitar 3-5 m3.
Jika dihitung total volume pembongkaran, menurut dia, berada di kisaran 300-500 m3. Dengan nilai satuan Rp400.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp120 juta-Rp200 juta.
"Jika memakai nilai tertinggi Rp600.000 per meter kubik, biayanya sekitar Rp180 juta sampai Rp300 juta. Jadi, secara logika teknis, pembongkaran 109 tiang monorel hanya memerlukan sekitar Rp300 juta," ujarnya.
Ia menambahkan, dengan dugaan tertinggi sekalipun, ialah volume 500 m3 dan nilai Rp600.000 per m3 maka total biaya pembongkaran tetap tidak bakal melampaui Rp300 juta.
Angka ini merupakan kalkulasi sederhana nan bisa diverifikasi melalui beragam referensi biaya bangunan nan tersedia secara terbuka. "Jadi, tidak betul jika pembongkaran tiang monorel saja disebut menelan biaya Rp100 miliar," katanya.
Ia menegaskan, untuk nomor Rp100 miliar nan selama ini ramai diberitakan bukanlah biaya unik untuk pembongkaran 109 tiang monorel, melainkan perkiraan total anggaran penataan area secara menyeluruh.
Sugiyanto menilai, kesalahpahaman ini muncul lantaran banyak masyarakat hanya membaca titel buletin tanpa mencermati isi secara utuh.
Padahal dalam pemberitaan sebenarnya telah dijelaskan bahwa nomor Rp100 miliar merupakan perkiraan total biaya untuk penataan kawasan, nan mencakup pembongkaran tiang monorel, penataan trotoar serta perbaikan dan penataan badan jalan.
"Judul buletin sering kali menyebut nomor Rp100 miliar dan dikaitkan langsung dengan pembongkaran tiang monorel. Padahal, di dalam isi beritanya dijelaskan bahwa itu adalah satu paket pekerjaan penataan kawasan," katanya.
Hal inilah, menurut dia, nan kemudian menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.
Ketua Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (KATAR) ini juga merujuk pada pernyataan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo nan memastikan proyek tersebut merupakan bagian dari penataan menyeluruh koridor Jalan HR Rasuna Said agar area menjadi lebih rapi, tertata, dan fungsional.
"Artinya, anggaran sekitar Rp100 miliar itu masuk logika lantaran digunakan untuk banyak pekerjaan sekaligus. Pembongkaran tiang monorel hanya sebagian mini saja, sisanya untuk penataan trotoar dan badan jalan," katanya.
Penataan trotoar biasanya meliputi peningkatan kualitas permukaan agar lebih kondusif dan nyaman, penyediaan jalur disabilitas, "ramp", jalur pemandu tunanetra serta penataan akomodasi pendukung seperti lampu penerangan, tempat duduk, tempat sampah, rambu dan penghijauan.
"Selain itu, penataan juga mencakup perbaikan drainase serta penataan utilitas agar lebih rapi dan terintegrasi," katanya.
Sementara itu, pekerjaan badan jalan mencakup perbaikan perkerasan, penambalan lubang, perataan permukaan, penguatan struktur jalan, penataan marka dan rambu lampau lintas, drainase hingga rekayasa lampau lintas untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran kendaraan.
"Kalau seluruh pekerjaan itu digabungkan dalam satu paket penataan kawasan, maka perkiraan Rp100 miliar menjadi logis dan relevan. Bukan hanya untuk merobohkan tiang monorel," katanya.
Sebagai penduduk Jakarta, dia mengaku mendukung penuh kebijakan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dan Wakil Gubernur Rano Karno dalam menata kota, termasuk pembongkaran tiang monorel nan telah lama mangkrak.
Ia berambisi masyarakat dapat memahami secara utuh bahwa perkiraan Rp100 miliar adalah anggaran penataan area Jalan HR Rasuna Said secara menyeluruh, bukan semata-mata biaya pembongkaran tiang monorel.
"Pembongkaran tiangnya hanya sekitar Rp300 juta. Selebihnya untuk menata trotoar dan badan jalan agar area HR Rasuna Said menjadi lebih tertib, manusiawi, dan berkelanjutan," kata dia.
(tfq/antara)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·