Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) Jibril Rajoub menolak bersalaman dengan delegasi Israel nan diwakili oleh Wakil Presiden Asosiasi Sepak Bola Israel (IFA) Basim Sheikh Suliman dalam Kongres FIFA 2026 di Vancouver, Kanada, Kamis (30/4).
Dalam unggahan di Instagram, PFA juga menyampaikan argumen menolak menjabat tangan wakil Israel. Mereka menyatakan corak solidaritas terhadap rakyat Palestina terhadap agresi militer Israel.
"Perwakilan delegasi, Jibril Al Rajoub menolak bersalaman dengan perwakilan Israel meski sempat diminta [bersalaman]. Kami punya kewenangan untuk bermain sepak bola dengan bebas seperti halnya semua orang di dunia," tulis PFA di Instagram.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah corak kesetiaan kepada para martir dan kejayaan Palesinta dan olahraga," lanjut pernyataan tersebut.
Dalam video nan diunggah PFA, Infantino meminta delegasi Israel untuk berdiri dari kursi. Ia juga sekaligus mengundang wakil Palestina ke panggung agar mau berjabat tangan.
Namun kemudian, Jibril Rajoub nampak berdasar dengan Infantino sementara Basim Sheikh Suliman tak bersuara tanpa kata.
[Gambas:Instagram]
Jibril terlihat teguh dengan pendiriannya. Pria nan memakai kefiyeh itu juga tak mau digandeng tangannya oleh Infantino.
Menyikapi perihal ini, Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan pernyataan mengenai rumor Palestina dan Israel di Kongres ke-76 FIFA. Badan sepak bola bumi menegaskan membuka kesempatan nan setara bagi Palestina dan Israel dalam urusan sepak bola.
"Kita tidak boleh lupa dengan sesuatu bahwa dua federasi Anda [Palestina dan Israel] punya kewenangan nan sama. Anda punya kewenangan untuk mengelola sepak bola di wilayah Anda masing-masing dan mewakili negara di panggung internasional," kata Infantino.
"Anda punya kewenangan untuk menjalankan tugas dan menanamkan cinta terhadap sepak bola kepada anak-anak Anda sekaligus menghormati satu sama lain," ucap Infantino menambahkan.
[Gambas:Video CNN]
(ikw/sry)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·