Makassar, CNN Indonesia --
Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan mengungkap adanya aliran biaya sebesar Rp13 juta per minggu dari seorang bandar sabu ke Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara, AKP Arifandi Efendi.
Kepala Bidang Propam Polda Sulsel, Zulham Effendy, mengatakan pihaknya telah mengantongi perangkat bukti nan cukup untuk membawa kasus tersebut ke sidang kode etik dalam waktu dekat.
"Dalam waktu dekat bakal segera kita sidangkan. Jadwal sudah ada, semoga tidak ada pergeseran. Alat bukti nan kami miliki sudah cukup," kata Zulham kepada wartawan, Selasa (3/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kata Zulham ditemukan kebenaran adanya aliran biaya nan selama ini menjadi rumor di tengah masyarakat. Bukti transaksi, baik secara elektronik maupun tunai, telah dikantongi interogator Propam.
"Dari hasil pemeriksaan, kebenaran mengenai aliran biaya itu memang ada. Ada bukti transaksi elektronik maupun tunai," jelasnya.
Kasus ini bermulai dari penangkapan seorang bandar sabu di wilayah Kabupaten Tana Toraja. Dalam pemeriksaan, bandar tersebut mengaku dapat leluasa mengedarkan narkotika di wilayah Toraja Utara lantaran adanya kerja sama dengan oknum aparat.
"Pengakuan itu datang dari seorang bandar sabu nan ditangkap di Tana Toraja. Bandar tersebut mengungkapkan bahwa dia bisa melakukan pengedaran di wilayah Toraja Utara lantaran adanya kerja sama dengan oknum kepolisian," jelasnya.
Dari hasil pendalaman, akay Propam menetapkan dua oknum polisi terlibat dalam perkara tersebut, termasuk PS Kanit II Satnarkoba Polres Toraja Utara, inisial M.
"Ada dua orang dari Satuan Reserse Narkoba Polres Toraja Utara. Keduanya bakal kami proses sesuai dengan kebenaran norma nan ditemukan," katanya.
Saat ini, kedua oknum tersebut tengah menjalani proses pemeriksaan internal dan bakal segera menghadapi sidang kode etik pekerjaan Polri.
"Iya, Kamis ini Kasat Narkoba Polres Toraja Utara berbareng kanitnya bakal menjalani sidang," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, Senin (2/3).
(mir/gil)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·