slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Proses Pembentukan Urine Di Dalam Tubuh Kita

Sedang Trending 5 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Pembentukan urine di tubuh kita melewati beragam tahap, mulai dari penyaringan darah (filtrasi), penyerapan kembali (reabsorpsi), dan pengumpulan (augmentasi).

Secara pengertian, urine adalah cairan sisa nan diekskresikan oleh ginjal dari dalam tubuh manusia lewat proses buang air mini namalain kencing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kandungan pada urine normal adalah air, urea, ammonia, unsur warna empedu nan memberikan warna pada urine, hingga garam mineral, seperti dikutip dari kitab Si Teman: Biologi SMP IX.


Hampir dipastikan manusia pasti selalu merasa mau buang air kecil. Tanpa kita rencanakan pun, seperti saat bangun tidur, sedang di sekolah, di kendaraan ber-AC, alias saat beraktivitas lainnya, tiba-tiba terasa mau kencing.

Air kencing ini mengandung unsur racun dan unsur sisa hasil metabolisme nan tidak dibutuhkan oleh tubuh. Ia keluar berbareng urine. Alat ekskresi nan dapat menghasilkan urine adalah ginjal.

Di dalam tubuh kita, ada sepasang ginjal berbentuk seperti kacang merah. Kedua ginjal ini terletak di sebelah kiri dan kanan ruas tulang pinggang di dalam rongga perut.


Proses pembentukan urine di tubuh kita

Diagnostic assessment - Urinary tract infectionIlustrasi. Proses pembentukan urine di tubuh kita. (iStockphoto/Tharakorn)

Di ginjal, darah bakal disaring melalui arteri ginjal. Di dalam arteri ginjal juga ada air dan beberapa larutan nan bakal disaring. Nah dari proses ini dimulailah pembentukan urine. Simak alurnya.

1. Penyaringan (filtrasi)

Menukil kitab Modul Pembelajaran SMA Biologi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, proses pertama pembentukan urine di tubuh kita dimulai dari penyaringan alias filtrasi.

Proses ini terjadi di antara glomerulus dan kapsula Bowman melalui membran filtrasi nan berkarakter semipermeabel. Di glomerulus, semua sel darah dan protein bakal disaring agar tidak ikut keluar berbareng urine. Proses filtrasi ini menghasilkan urine primer.


2. Penyerapan kembali (reabsorpsi)

Urine primer yadi mengalir dari kapsula Bowman ke tubulis renalis. Di tubulus renalis inilah terjadi proses reabsorpsi. Di sini, terjadi penyerapan zat-zat nan dibutuhkan tubuh seperti sari makanan, garam anorganik, air dan sebagainya.

Penyerapan bersambung di tubulus kontortus distal. Di sini terjadi penyerapan urea, kreatinin, bahan obat-obatan, H+, dan NH4-. Sementara itu, garam NaCl dan air serta ion HCO3- kembali diserap.

Setelah proses ini, kadar urea bakal lebih tinggi dari sebelumnya dan hasil dari proses ini adalah urine sekunder. Hasil reabsorpsi ini mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu nan memberikan aroma dan warna pada urine.

3. Pengumpulan (augmentasi)

Proses terakhir dalam pembentukan urine di tubuh kita adalah pengumpulan alias penambahan unsur (augmentasi). Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal, tempat terjadinya penambahan zat-zat nan tidak dibutuhkan tubuh.

Dari proses ini, terbentuk urine nan sebenarnya, urine bakal menuju saluran pengumpul dan akhirnya ditampung di vesica urinearia namalain kandung kemih.

Apabila kandung kemih telah penuh dengan urine, otot kandung kemih bakal meregang. Akibatnya, seseorang bakal timbul rasa mau buang air mini alias kencing.

Faktor nan memengaruhi produksi urine

Terdapat beberapa aspek nan dapat memengaruhi produksi urine, antara lain:

1. Jumlah air nan diminum

Seseorang nan banyak banyak minum air, maka konsentrasi air pada tubuh bakal lebih tinggi sehingga urine nan keluar juga bakal lebih banyak.

Selain itu, jenis minuman tertentu seperti kafein juga dapat meningkatkan pembentukan urine lantaran sifat diuretiknya.


2. Hormon Antidiuretik (ADH)

ADH merupakan hormon nan memengaruhi penyerapan air oleh tembok tubulus. Jika kadar ADH dalam darah berlebih, maka penyerapan air oleh tembok tubulus meningkat.

Hal ini bakal menyebabkan jumlah urine nan terbentuk bakal sedikit. Begitu pula sebaliknya, jika kadar ADH turun alias berkurang, jumlah urine nan terbentuk bakal banyak.


3. Suhu

Saat terjadi peningkatan suhu, kapiler di kulit melebar dan air berdifusi keluar serta kelenjar keringat menjadi aktif. Hal ini menyebabkan tubuh bakal kehilangan banyak air lewat keringat sehingga volume urine bakal menurun dan lebih pekat lantaran unsur sisa nan terkonsentrasi.


4. Stres psikologis

Meningkatnya stres dapat meningkatkan gelombang berkemih. Ini terjadi lantaran sensitivitas untuk berkemih meningkat sehingga memicu jumlah urine nan diproduksi.

Faktor-faktor lainnya seperti kondisi penyakit, pengobatan, dan sebagainya, juga memengaruhi produksi urine.

(hdr/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru