Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan program makan bergizi cuma-cuma (MBG) turut berkontribusi dalam menggenjot penjualan otomotif Indonesia pada 2025.
Hal ini disebabkan banyak operator MBG nan membeli kendaraan anyar untuk kebutuhan armada operasional. Di satu sisi para tenaga kerja nan terlibat juga ikut membeli kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya sebanyak 60 persen dari total pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berkontribusi terhadap penjualan motor sepanjang 2025.
"Program MBG tidak hanya menyasar produk-produk pertanian seperti bahan baku (yang mendapat untung dari program MBG)," ujar Dadan, melansir detik Rabu (18/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi berasas info dari perusahaan kendaraan bermotor, nomor penjualan motor di Indonesia mencapai 4,9 juta unit di tahun 2025 nan terdongkrak oleh MBG. Di SPPG, 60 persen pegawainya bisa beli motor," katanya lagi.
Program MBG juga mendorong penjualan mobil komersial di Indonesia. Sebab, dapur-dapur umum memerlukan armada jenis ini untuk mengangkut makanan ke sekolah-sekolah tujuan.
Astra Daihatsu Motor (ADM) mengakui salah satu aspek nan bisa mendongkrak penjualan kendaraan komersial perusahaan selama 2025 adalah proyek MBG.
Sri Agung Handayani, Direktur Marketing dan Corporate Communication ADM menyampaikan proyek MBG memberi akibat positif terhadap perusahaan, meski begitu, tak ada info pasti diuraikan.
"Perlu kami sampaikan ada," ucap Agung.
Mobil komersial ringan Gran Max pikap dan blind van merupakan kontributor utama dalam penjualan Daihatsu selama 2025. Pangsa pasar dikatakan mencapai 65 persen dengan penjualan retail 61 ribuan unit.
Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk - Daihatsu Sales Operation (AI DSO) Tri Mulyono mengatakan info atas akibat kehadiran proyek MBG terhadap penjualan Daihatsu tak bisa diuraikan lebih lanjut, disebabkan beberapa hal.
Ia menjelaskan pembelian kendaraan nan diduga mengenai MBG umumnya menggunakan nama pribadi, bukan atas nama lembaga alias proyek tertentu.
Hal itu membikin perusahaan tidak dapat mengidentifikasi secara spesifik berapa unit nan betul-betul digunakan untuk proyek tersebut. Lalu, sebagian konsumen ada nan membeli model pikap kemudian memasang karoseri alias modifikasi menjadi mobil box di luar jaringan pabrikan.
(ryh/fea)
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·