Jakarta, CNN Indonesia --
Media Inggris menyebut pertandingan PSG vs Bayern Munchen, Selasa (28/4), sebagai laga terhebat sepanjang sejarah Eropa.
Pertandingan di Stadion Parc des Princes ini berhujung dengan 5-4 untuk kelebihan PSG. Pada babak pertama skor pertandingan ini sudah 3-2. Jual beli serangan sejak menit pertama.
"Apa nan terjadi ketika satu klub super berbenturan dengan klub super lainnya? Anarki. Anarki nan indah, absurd, dan tak terkendali," tulis Daily Mail menggambarkan laga leg tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Duel semifinal rasa final ini disebut beraliran ekspresionis. Dentuman besar, ibarat dua atom bertabrakan, meledak meletup begitu wasit meniup peluit tanda sepak mula.
Michael Olise, bintang Bayern bermain-main meski dijaga ketat di sisi kanan. Sementara Luis Diaz membikin bek PSG kudu menarik napas panjang setiap kali menguasai bola.
Pada saat nan sama Khvicha Kvaratskhelia tampil bak psikopat; pembunuh berdarah dingin. Desire Doue pun acapkali membikin Manuel Neuer meninggal style di bawah mistar.
Sinar Ousmane Dembele dan Harry Kane, sebagai magnet di lini depan, tak kalah terang. Keduanya sama-sama memperlihatkan magisnya di depan gawang: galak dan mematikan.
"Sungguh menyegarkan memandang permainan positif dari kedua tim, dengan lebih sedikit operan ke samping tanpa tujuan dan lebih banyak tujuan setiap kali bola ditendang," tulis Daily Mail.
Dan, ini baru ledakan pertama. Masih ada ledakan kedua pekan depan di Jerman, markas Bayern. Pertandingan leg kedua diyakini bakal eksplosif, tetapi tak bakal semengejutkan leg pertama.
[Gambas:Video CNN]
(abs/jun)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·