CNN Indonesia
Rabu, 07 Mei 2025 16:16 WIB
Ketua DPR Puan Maharani membuka kesempatan pihaknya bakal membahas RUU Perampasan Aset setelah pembahasan RKUHAP rampung di Komisi III DPR. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua DPR Puan Maharani membuka kesempatan pihaknya bakal membahas RUU Perampasan Aset setelah pembahasan RKUHAP rampung di Komisi III DPR.
Puan mengatakan DPR saat ini bakal konsentrasi terlebih dulu pada pembahasan RKUHAP. Dia mengaku tak mau tergesa-gesa dan meminta masukan dari seluruh unsur masyarakat.
"Memang sesuai dengan mekanismenya kita bakal membahas KUHAP dulu. Namun kita awalnya tidak bakal tergesa-gesa," kata Puan di Kompleks Parlemen, Rabu (7/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bakal mendapat pendapat dari komponen masyarakat dulu sesuai dengan mekanismenya, bagaimana, apa pendapatnya, dari seluruh komponen masyarakat setelah itu baru kita bakal masuk ke perampasan aset," imbuhnya.
Puan memastikan pihaknya juga bakal menyerap aspirasi masyarakat sebelum pembahasan resmi dilakukan. Dia menilai pembahasan RUU nan dilakukan tergesa-gesa hanya berpotensi menjadi persoalan di kemudian hari.
"Karena jika tergesa-gesa kelak tidak bakal sesuai dengan patokan nan ada, dan kemudian tidak bakal sesuai dengan sistem nan ada itu bakal rawan," katanya.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyatakan mendukung upaya pemberantasan korupsi, salah satunya dengan mendukung RUU Perampasan Aset seperti tuntutan buruh.
Prabowo menyindir banyaknya koruptor nan tidak mau mengembalikan aset nan sudah dicuri dari negara.
"Saya dukung UU Perampasan Aset. lezat saja, udah maling enggak mau kembalikan aset, gue tarik aja deh itu," kata Prabowo di depan massa tindakan peringatan hari pekerja sedunia alias May Day di Monas, Jakarta, Kamis (1/5).
(thr/isn)
[Gambas:Video CNN]
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·