Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan sejumlah strategi pemerintah untuk meningkatkan rasio pajak (tax ratio) Indonesia hingga mendekati 11 persen.
Purbaya mengatakan pemerintah saat ini memperkuat beragam langkah untuk mendorong penerimaan negara, mulai dari optimasi sektor pajak dan bea cukai hingga percepatan digitalisasi sistem manajemen perpajakan.
"Kan sudah kita obrak-abrik tuh bea cukai, pajak. Digitalisasi kita aktifkan. Kita harapkan ekonominya tumbuh lebih sigap daripada tahun lalu," ujar Purbaya usai memimpin sidang terbuka Satgas Debottlenecking di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi diharapkan turut mendorong kenaikan penerimaan negara. Dengan begitu, rasio pajak Indonesia dapat meningkat secara bertahap.
"Income-nya juga naik. Kan sekarang sudah tumbuhnya 30 persen tuh pajak," ujarnya.
Ia menambahkan keahlian penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai juga mulai menunjukkan perbaikan setelah sempat melemah di awal tahun.
"Bea cukai di Januari tadinya negatif, sekarang sudah positif 7 persen," katanya.
Purbaya optimistis tren tersebut dapat terus dijaga meskipun kondisi ekonomi dunia tetap dibayangi beragam ketidakpastian.
"Jadi ada angan jika kita jaga terus ini walaupun ada gejolak di pasar global," ujarnya.
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan pemerintah menargetkan rasio pajak Indonesia dapat mendekati 11 persen dalam beberapa tahun ke depan sebagai bagian dari upaya memperkuat penerimaan negara.
"Kalau income-nya naik dengan bagus, let's say tax ratio ke kita tahun depan bisa naik mendekati 11 persen. Saya bakal minta bingkisan kepada Pak Presiden (Prabowo Subianto) agar Anda semua dapat bingkisan dari pemimpin negara Indonesia," ujar Purbaya saat aktivitas pelantikan pejabat Kemenkeu di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (10/3).
Menurutnya, salah satu langkah nan tengah didorong adalah pemanfaatan sistem digital perpajakan melalui Coretax guna memperbaiki manajemen dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
"Di pajak, kita galakkan Coretax digitalisasi nan tetap banyak bolongnya itu. Tapi saya lihat menarik juga Coretax itu dan bagus. Naik berapa gara-gara Coretax? Lumayan besar kan naiknya. Dibanding tahun lampau naik apa turun? 30 persen naik," ujarnya.
Selain itu, Kementerian Keuangan juga mendorong digitalisasi pada sistem kepabeanan dan cukai guna meningkatkan transparansi serta menekan potensi kebocoran penerimaan negara.
"Sama kelak Bea Cukai juga sama. Kita bakal galakkan digitalisasi di mana kita hindarkan pertemuan langsung dengan para pelaku upaya sehingga kita enggak ada kebocoran-kebocoran lagi," ujarnya.
Purbaya menilai penerapan teknologi dalam sistem manajemen fiskal diharapkan bisa meningkatkan efektivitas pengawasan sekaligus meminimalkan hubungan langsung antara petugas dan pelaku usaha.
Kendati demikian, dia menegaskan keberhasilan sistem digital tersebut tetap berjuntai pada integritas sumber daya manusia nan menjalankannya. Menurutnya, teknologi nan canggih tidak bakal efektif tanpa komitmen aparatur dalam menjaga integritas.
"Secanggih apapun sistemnya, jika orangnya integritasnya lemah, itu pasti gagalnya. Jadi saya minta teman-teman semua kelak bekerja habis-habisan jaga integritasnya, naikkan pendapatan pajak dan lain-lain agar kita bisa double digit lah 11 persen tax ratio-nya," pungkasnya.
[Gambas:Video CNN]
(lau/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·