CNN Indonesia
Kamis, 04 Des 2025 07:15 WIB
Purbaya bakal ikut terbang ke China untuk melakukan negosiasi utang Whoosh, meski menyampaikan syarat ke Bos Danantara Rosan Roeslani soal lawatan itu. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bakal ikut terbang ke China untuk melakukan negosiasi utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung namalain Whoosh.
Namun, dia menyampaikan syarat ke Kepala Badan Pelaksana Danantara Rosan Roeslani soal lawatan itu saat keduanya berjumpa di Kementerian Keuangan, kemarin pagi (3/12). Menurut Purbaya, permintaan Danantara cukup beragam.
"Jadilah (ikut ke China berbareng Danantara). Cuma kita belum (putuskan kapan berangkat ke China), saya bilang begini, 'Saya enggak tahu di China ketemu siapa," ujar Purbaya usai Financial Forum 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Rabu (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sang Bendahara Negara kemudian mengungkapkan syarat sebelum berangkat ke China. Purbaya mau memastikan terlebih dahulu, pihak mana nan bakal ditemui di Negeri Tirai Bambu.
Purbaya mempertanyakan apakah delegasi Indonesia bakal berjumpa China Development Bank (CDB) alias justru National Development and Reform Commission (NDRC).
"Nanti jika sudah clear ketemu siapa dan skemanya seperti apa, baru kita ke China. Kalau enggak, saya di China ketemu siapa, enggak jelas," tegasnya.
Di lain sisi, Purbaya menekankan belum ada opsi penyelesaian nan clear. Ia mengatakan saat ini baru ada gambaran besar mengenai apa nan mesti dilakukan Indonesia ke depan.
Purbaya menyebut pemerintah tetap mencari corak nan tepat dalam penyelesaian utang Whoosh. Nantinya, obrolan lanjutan bakal dilakukan oleh tim teknis Danantara, PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), dan Kementerian Keuangan.
Whoosh namalain Kereta Cepat Jakarta-Bandung dibangun dengan nilai total investasi US$7,2 miliar alias setara Rp116,54 triliun (asumsi kurs Rp16.186 per dolar AS). Sekitar 75 persen di antaranya diperoleh dari pinjaman China Development Bank.
Sementara, sisanya berasal dari setoran modal pemegang saham, ialah campuran dari PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 60 persen dan Beijing Yawan HSR Co Ltd 40 persen.
[Gambas:Video CNN]
(pta)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·