Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) M Qodari menyoroti perbedaan patokan antara media sosial dengan media massa dalam perihal menyampaikan informasi.
Qodari menilai di era kini, media sosial sudah berkedudukan seperti media massa dalam menyampaikan info ke publik.
"Ada kejadian nan menarik di mana medsos nan berperilaku seperti pers alias seperti media, menyampaikan berita, menyampaikan informasi. Sementara patokan nan bertindak untuk media sosial seperti ini itu kok jomplang ya, enggak seri dengan nan bertindak untuk media massa," kata Qodari dalam Inside Story with Diana Valencia, Selasa (28/4) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Qodari menuturkan media massa diatur oleh banyak hal. Contohnya, diberitakan oleh wartawan.
Kemudian, jurnalisnya juga alim terhadap kode etik jurnalistik, dan aturan-aturan mengikat lainnya. Sementara di sisi lain, media sosial dinilai mengambil peran nan serupa, tapi tidak terikat dengan peraturan semacam itu.
"Sementara mereka juga misalnya mendapatkan iklan, lama-lama iklan di media massa lenyap gara-gara media nan semacam ini. Ini kan enggak level playing field," katanya.
Usai dilantik sebagai Kepala Bakom pada Senin (27/4) lalu, Qodari juga sempat menyinggung kondisi media massa nan telah berbeda dengan kondisi pada 10 hingga 20 tahun lalu.
Ia pun menyatakan bahwa perihal itu menjadi tantangan tersendiri ke depannya.
Qodari ditunjuk menjadi Kepala Bakom menggantikan Angga Raka Prabowo.
Kepala Bakom ini menjadi kedudukan ketiga nan diemban Qodari di bawah kepemimpinan Prabowo sebagai Presiden RI sejak 20 Oktober 2024 lalu. Sebelumnya, Qodari sempat menjabat Kepala KSP dan Wakil Kepala KSP.
Di bawah kepemimpinannya, Qodari menyebut Bakom ke depannya bakal lebih garang dalam mengomunikasikan kebijakan pemerintah.
Ia menyebut langkah itu menjadi krusial mengingat banyak program pemerintah nan baru, sehingga memerlukan paradigma nan baru pula.
Bahkan, Qodari menyebut ada sejumlah pengamat nan menganggap pemerintah dalam posisi siap 'perang' berbarengan dengan penunjukannya dan Hasan Nasbi nan juga dipercaya menjadi penasihat unik presiden.
"Ini katanya [pengamat] duanya ini jenis penyerang begitu. Wah ini ngajak ribut gitu. Ya saya langsung komentar begini, emang maunya situ nyerang-nyerang terus enggak ada nan jawab gitu ya? Gitu. Enak aje, sorry ye," kata Qodari di aktivitas serah terima kedudukan dengan Angga Raka Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (28/4).
(mnf/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·