Jakarta, CNN Indonesia --
Ribuan rakyat Iran turun ke jalanan Teheran, Minggu (19/4), untuk melakukan unjuk rasa mendukung pemerintah yang menolak negosiasi kembali dengan Amerika Serikat.
Ribuan pengunjuk rasa mengungkapkan dukungan untuk pemerintah Iran, dengan beberapa di antaranya menyatakan 'ketidakpercayaan total' terhadap AS dan mendesak para pejabat Iran untuk tidak takut melawan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Amerika Serikat sejauh ini belum menepati satu pun janji yang dibuatnya kepada kami dan satu pun perjanjian yang ditandatanganinya dengan kami," kata salah satu pengunjuk rasa Masoumeh Alimohammadi kepada Reuters.
"Akibatnya, kami berharap bahwa meskipun jalur diplomatik harus tetap berjalan, kami harus melanjutkan dengan ketidakpercayaan full terhadap Amerika yang sejauh ini belum memenuhi satu pun komitmennya."
Pemerintah Iran berencana tidak menghadiri perundingan lanjutan dengan Amerika Serikat, Senin (20/4), beberapa hari sebelum masa gencatan senjata dua pekan berakhir pada Rabu (22/4).
Iran menolak melakukan perundingan lanjutan setelah AS melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Situasi semakin rumit setelah Presiden AS Donald Trump, Minggu (19/4), mengumumkan kapal perusak AS menembaki sebuah kapal Iran yang mencoba keluar masuk Selat Hormuz.
Salah satu rakyat Iran, Hamidreza Heidari, mendorong pemerintah Iran untuk tidak takut untuk melawan AS. Heidari mengklaim rakyat Iran tidak takut berperang dengan AS.
"Kami tidak takut perang. Bahkan jika bukan hanya satu serangan, tetapi serangan terus-menerus dilakukan terhadap negara kami, kami pasti akan maju dengan kekuatan dan otoritas yang lebih besar."
"Tetapi menurut saya, mengingat situasi yang berkembang, Amerika Serikat dan Israel tidak punya pilihan selain menyerah pada tuntutan Iran," kata Heidari menambahkan.
Sementara warga bernama Negin Gholizade menyerukan agar pemerintahan Iran terus menentang AS. Gholizade yakin Trump tidak akan berani melawan Iran.
"Kita hanya bisa mencapai perdamaian dengan orang ini [Trump] jika dia menerima pukulan telak sehingga dia dipaksa untuk tunduk, seperti yang terjadi dua minggu lalu," kata Gholizade.
"Pada malam yang sama ketika dia ingin mengembalikan Iran ke zaman batu, dia mundur, menerima semua yang kita katakan, dan menyetujuinya," sambungnya.
(har)
Add
arsenic a preferred root connected Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·