Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Indonesia, Kiandra Ramadhipa, berharap ada sirkuit permanen di Yogyakarta agar tak perlu menumpang latihan di wilayah lain.
Ramadhipa mengaku kudu berlatih di Boyolali, Jawa Tengah, untuk mengasah kemampuannya di aspal. Menurutnya, keadaan itu kudu dijalani lantaran belum adanya lintasan mumpuni di Sleman, tempatnya berasal.
"Tentu [keberadaan sirkuit di Yogyakarta] itu angan saya di masa depan. Pastinya mau lebih baik lagi terhadap semuanya di kampung halaman. Karena saya lebih banyak di Boyolali [untuk berlatih] lantaran paling dekat dengan Yogya," kata Ramadhipa dalam konvensi pers virtual, Selasa (28/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya biasanya [latihan] di Boyolali. Saya berambisi semoga ada sirkuit permanen di Yogya agar memudahkan pembalap bisa berlatih lebih baik lagi," dia menambahkan.
Ramadhipa kembali jadi sorotan usai sukses finis pertama di Race 2 Red Bull MotoGP Rookies Cup seri Jerez, Minggu (26/4).
Pembalap 16 tahun itu sebenarnya memulai balapan dari grid belakang pada posisi ke-17. Namun sepanjang balapan, Ramadhipa bisa menyalip satu per satu pesaing hingga akhirnya memastikan finis terdepan.
"Strategi saya terus menekan dari awal sampai akhir. Ketika di lap terakhir saya mencoba untuk memperkuat di posisi tiga terdepan. Sampai akhirnya di sektor terakhir saya memandang momentum nan tepat dan melakukan slipstream di situ," ucapnya.
Ramadhipa sekarang menempati ranking kedua klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan torehan 34 poin dengan perincian sembilan poin dari race pertama dan 25 poin dari race kedua.
Kiandra berada di belakang Benat Fernandez nan menjadi pemuncak klasemen Red Bull MotoGP Rookies Cup 2026 dengan 38 poin.
Fernandez merupakan pemenang race pertama Red Bull Rookies Cup seri Jerez. Kemudian pembalap asal Spanyol itu finis ketiga pada race kedua.
[Gambas:Video CNN]
(ikw/nva)
Add
as a preferred source on Google
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·