slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Ramai-ramai Kader Nasdem Murka Ke Tempo Soal Sampul Surya Paloh

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah elite Partai NasDem bereaksi keras terhadap cover Majalah Tempo nan menampilkan Ketua Umum Surya Paloh terkait laporan wacana merger NasDem dengan Partai Gerindra ketua Presiden Prabowo Subianto.

Tak hanya sampul majalah, mereka juga mengkritik isi laporan dan penggunaan istilah merger mengenai wacana itu. Buntutnya, sejumlah kader menggelar tindakan unjuk rasa di depan instansi Tempo Selasa (14/4) hari ini dan menuntut mereka menyampaikan permintaan maaf.

Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino menyebut sampul Majalah Tempo soal wacana merger dengan Gerindra telah merendahkan Ketua Umumnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Wibi, Ketua Umumnya selama ini merupakan sosok nan terbuka terhadap kritik. Namun, kritik mestinya disampaikan dengan substansi alih-alih framing visual nan berpotensi merendahkan.

"Kritik boleh keras. Tapi etika tetap kudu jadi batas. Jangan sampai kebebasan berubah menjadi kehilangan arah," katanya.

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya menolak penggunaan istilah merger dalam laporan tersebut. Menurut Willy, Ketua Umumnya, Surya Paloh hanya menawarkan political block alias blok politik.

Willy menilai penggunaan istilah merger menunjukkan inkompetensi laporan tersebut dalam literatur politik. Padahal, Indonesia mempunyai sejarah blok politik alias fusi sejak Orde Lama hingga Orde Baru.

"Pemahamannya jangan merger dong. Ini orang nan nggak baca, orang nan nggak mempunyai literatur politik," ujarnya, Senin (13/4).

Sementara itu Wakil Ketua Baleg DPR dari Fraksi NasDem Martin Manurung menyebut laporan Tempo baik di Majalah maupun siniar mereka sebagai kebebasan pers nan kebablasan. Dia pun mendesak Dewan Pers segera turun tangan.

Menurut Martin, laporan Tempo telah melanggar kode etik lantaran tak melakukan verifikasi nan ketat. Lebih lagi, kata dia, laporan tersebut juga telah menjatuhkan martabat seseorang.

"Dalam situasi seperti ini, Dewan Pers, sebagai wasit di lapangan jurnalistik, sangat krusial untuk masuk tanpa kudu menunggu adanya pelaporan," ujar Martin.

Reaksi keras juga disampaikan kader NasDem di daerah. Ketua DPW NasDem Sumut, Iskandar ST, menolak tegas penggunaan istilah merger dalam rumor penggabungan partainya dengan Gerindra. Di sisi lain, Iskandar juga membantah wacana tersebut.

Menurutnya, istilah merger dianggap merendahkan Ketua Umum DPP NasDem, Surya Paloh. Aspirasi itu disampaikan langsung oleh perwakilan kader dari beragam wilayah di Sumut nan datang ke Medan.

Lagi pula, menurut dia, hingga saat ini tak ada pembahasan mengenai peleburan alias penggabungan NasDem dengan partai lain, termasuk Gerindra. Iskandar menegaskan NasDem didirikan sebagai wadah perjuangan politik, bukan untuk diperjualbelikan.

"Tapi memang tidak ada pembicaraan bahwasanya NasDem itu bakal dilebur, bakal diakuisisi, alias dibeli oleh pihak-pihak lain. NasDem didirikan bukan untuk dijual, tapi memperjuangkan rakyat Indonesia melalui seluruh kader nan ada di Partai NasDem," ujarnya.

(fra/thr/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru