CNN Indonesia
Selasa, 09 Des 2025 07:56 WIB
Ilustrasi. Situs sejarah Toraja usia 3 abad dirobohkan dan tuai protes. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia --
Eksekusi perobohan rumah Tongkonan Ka'pun yang terletak di Kelurahan Ratte Kurra, Kecamatan Kurra, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, digelar Jumat (5/12) lalu. Eksekusi nan diklaim dilakukan atas putusan pengadilan itu melibatkan abdi negara keamanan gabungan.
Sebanyak 6 lumbung padi (alang), 3 tongkonan, dan 2 rumah semi permanen menjadi objek eksekusi. Salah satu tongkonan nan dirobohkan disebut berumur lebih dari 300 tahun dan menjadi simbol sejarah family besar Tongkonan Ka'pun.
Saat proses eksekusi, family Tongkonan Ka'pun melakukan protes dan menghalangi proses eksekusi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada perlawanan tetapi dapat diatasi," ujar Kabag Ops Polres Tana Toraja AKP Yulianus Tedang, mengutip detikcom, Senin (8/12).
Yulianus membantah info nan beredar adanya penduduk terluka lantaran pemakaian peluru karet. Dia menegaskan pengamanan dilakukan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Tidak ada pemakaian senjata. Kami menggunakan SOP protap nan ada," kata dia.
Menurutnya, rumor penduduk terluka lantaran pemakaian senjata oleh abdi negara disebar pihak tak bertanggung jawab. Dia memastikan tidak ada senjata dipakai abdi negara saat pengamanan.
Sementara, pemakaian gas air mata saat eksekusi kata dia tetap sesuai dengan SOP pengamanan. Gas air mata kata dia juga tidak berbahaya.
"Kalau gas air mata ada dan itu standar dan tidak merusak kesehatan," kata dia.
Sebelumnya, ramai publik memihak keberadaan rumah Toraja yang dikatakan sudah berumur 3 abad ini. Warga nan menentang diserang abdi negara dan dilemparkan gas air mata.
Sejumlah netizen juga menyoroti soal belasan penduduk terluka tertembak peluru karet dan terkena gas air mata nan telah kadaluarsa. Mereka mengecam Pemda dan DPRD Tana Toraja budaya yang tidak peduli terhadap tongkonan dan situs budaya.
Baca berita lengkapnya di sini.
(tim/dal)
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·