Jakarta, CNN Indonesia --
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.326 per dolar AS pada perdagangan Rabu (29/4) sore. Mata duit Garuda melemah 83 poin alias 0,48 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah diikuti kebanyakan mata duit di area Asia nan condong bervariasi terhadap dolar AS. Mata duit nan melemah antara lain peso Filipina turun 0,50 persen, dolar Singapura melemah 0,05 persen, yen Jepang turun 0,10 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,49 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,01 persen.
Sementara itu, sejumlah mata duit Asia lainnya menguat, ialah yuan China naik 0,05 persen dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,03 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mata duit utama negara maju juga bergerak beragam. Euro Eropa turun 0,11 persen, poundsterling Inggris melemah 0,12 persen, dolar Australia terkoreksi 0,36 persen, dan franc Swiss melemah 0,01 persen. Kemudian, dolar Kanada menguat tipis 0,01 persen.
Analis mata duit Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS dipicu meningkatnya ketidakpastian global, terutama dari dinamika geopolitik dan kebijakan energi.
"Pasar mempertimbangkan akibat keputusan Uni Emirat Arab untuk meninggalkan golongan produsen OPEC. Keluarnya UEA menjadi pukulan bagi pasar minyak di tengah gangguan akibat perang Iran. Selain itu, AS bakal memperpanjang blokade pelabuhan Iran nan berpotensi memperpanjang gangguan pasokan daya global," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Ia menambahkan meski terdapat upaya gencatan senjata, bentrok di Timur Tengah tetap buntu dan berakibat pada jalur pengedaran daya global.
"Konflik tetap buntu dengan penutupan Selat Hormuz nan menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Di sisi lain, pasar juga menanti keputusan suku kembang The Fed nan diperkirakan tetap, namun memberi sinyal arah kebijakan ke depan," katanya.
Dari dalam negeri, dia menilai terdapat sejumlah aspek nan turut membayangi pergerakan rupiah, terutama mengenai persepsi penanammodal terhadap kebijakan dan tata kelola.
"Stagnasi pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen serta akibat kriminalisasi kebijakan membikin pengambil keputusan condong berhati-hati. Selain itu, kekhawatiran penanammodal terhadap tata kelola, termasuk rumor Danantara, juga memengaruhi sentimen pasar," jelasnya.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah pada perdagangan berikutnya bakal berada dalam rentang Rp17.320 hingga Rp17.380 per dolar AS.
[Gambas:Video CNN]
(lau/sfr)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·