nga | CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 09:15 WIB
Ilustrasi. Menyemprot minyak wangi kudu di tempat-tempat tertentu agar wanginya tahan lama. (iStockphoto/Angelika-Angelika)
Jakarta, CNN Indonesia --
Banyak orang tetap mengandalkan leher sebagai titik utama menyemprot parfum. Padahal, menurut para mahir wewangian, ada sejumlah area tubuh lain nan justru membikin aroma lebih tahan lama dan berkembang lebih optimal sepanjang hari.
Pakar wewangian Bettina O'Neil mengatakan, kunci utama ketahanan minyak wangi terletak pada letak nan hangat dan condong berkeringat.
"Untuk ketahanan lebih lama, semprotkan di rambut, pusar, tengkuk, bagian dada, belakang lutut, dan pergelangan tangan, pada dasarnya di area nan condong berkeringat. Saat Anda berkeringat, aroma bakal aktif kembali," ujar O'Neil, melansir dari Real Simple.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pusar hingga rambut, kenapa efektif?
Menurut O'Neil, pusar memang terdengar tidak lazim. Namun, area ini hangat dan sedikit cekung sehingga membantu 'menjebak' aroma dan melepaskannya perlahan sepanjang hari.
Ia juga menambahkan bahwa rambut dan tekstil dapat mempertahankan aroma lebih lama dibandingkan kulit.
"Rambut mempunyai porositas dan daya serap, serta lebih sedikit penguapan. Hal serupa terjadi saat Anda menyemprotkan minyak wangi pada syal alias pakaian," katanya.
Secara alami, rambut menyerap aroma dari lingkungan lantaran strukturnya nan berpori. Selain itu, penguapan pada rambut lebih lambat dibandingkan kulit nan terus menghasilkan panas dan minyak alami.
Efek serupa juga terjadi pada kain. Menyemprotkan minyak wangi pada syal alias busana dapat membikin aroma memperkuat lebih lama. Meski demikian, tetap berhati-hati agar tidak meninggalkan noda pada bahan tertentu.
Jangan lupa teknik layering
Kepala minyak wangi di Demeter Fragrance Library, Mark Crames, menyarankan penggunaan pelembap sebelum menyemprotkan parfum.
"Ini bisa dilakukan dengan body oil alias body lotion. Biasanya menggunakan produk tanpa aroma alias dengan aroma nan sama dengan minyak wangi nan digunakan," jelasnya.
Kulit nan terhidrasi dengan baik membantu mengunci aroma sehingga tidak sigap menguap. Teknik ini dikenal sebagai layering, ialah melapisi kulit dengan produk pendukung sebelum mengaplikasikan parfum.
Titik terbaik agar minyak wangi lebih tahan lama
Berikut beberapa area nan direkomendasikan:
• Tengkuk (belakang leher)
• Pusar
• Rambut (bagian tengah hingga ujung, bukan kulit kepala)
• Belahan dada
• Pergelangan tangan (tanpa digosok)
• Siku bagian dalam
• Pakaian
Kesalahan nan perlu dihindari
Selain memilih letak nan tepat, hindari beberapa kesalahan berikut agar aroma tetap optimal:
1. Menggosok pergelangan tangan
Kebiasaan ini justru tidak disarankan. Gesekan dapat merusak top notes minyak wangi dan mengganggu perkembangan aromanya.
2. Mengaplikasikan pada kulit kering
Kulit kering membikin wangi lebih sigap lenyap lantaran tidak bisa menahan aroma sebaik kulit nan lembap. Gunakan losion ringan sebelum menyemprot.
3. Menyemprot di leher bagian depan
Area ini lebih tipis dan sensitif. Selain lebih sigap memudar lantaran terpapar udara dan gerakan, akibat iritasi juga lebih tinggi.
4. Menyimpan di tempat panas alias lembap
Panas dan kelembapan dapat merusak komposisi kimia minyak wangi sehingga aromanya berubah alias melemah. Simpan minyak wangi di tempat sejuk, kering, dan jauh dari sinar mentari langsung untuk memperpanjang masa simpannya.
5. Hanya menyemprot di satu titik
Parfum bekerja lebih baik saat diaplikasikan di dua alias tiga titik agar aromanya menyebar merata. Jika hanya di satu area, wangi bisa memudar lebih cepat.
Memakai minyak wangi bukan sekadar menyemprot dan berambisi wanginya memperkuat seharian. Strategi aplikasi nan tepat, mulai dari pemilihan letak hingga teknik layering, dapat membikin aroma favorit Anda lebih tahan lama dan terasa konsisten sepanjang hari.
(nga/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·