Jakarta, CNN Indonesia --
Perbedaan nilai antara mobil listrik dan mobil bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat (AS) kian menipis karena nan satu turun sementara lainnya condong diam. Saat ini selisih keduanya mencapai titik terendah, ialah US$5,8 ribu alias senilai Rp99,1 juta (kurs Rp17.101,65).
Berdasarkan penjelasan Carscoops, nilai transaksi rata-rata industri (ATP) mobil listrik turun 2,8 persen secara year-over-year (YoY) menjadi Rp932,1 juta, menurut info dari Cox Automotive.
Penurunan itu dibantu insentif besar-besaran dari produsen nan rata-rata memberikan potongan nilai 14,6 persen dari nilai transaksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai mobil BBM justru meningkat 3,5 persen dari tahun sebelumnya menjadi Rp843,39 juta pada Maret 2026, meski terhitung stagnan daripada Februari.
Tren kenaikan nilai telah terjadi selama empat bulan berturut-turut. Harga retail disarankan produsen (MSRP) saat ini mencapai USD51,4 ribu alias senilai Rp880,5 juta, sekaligus menandai 12 bulan berturut-turut nilai di atas USD50 ribu.
Penyumbang utama peningkatan ini adalah minat konsumen AS membeli mobil BBM berukuran besar untuk pikulan barang. Truk pikap ukuran besar berada pada nilai sekitar Rp1,12 miliar, sedangkan rata-rata SUV berukuran besar dibanderol sekitar Rp1,36 miliar.
Di sisi lain, segmen mobil ringkas mengalami kenaikan 1,1 persen dari nilai tahun sebelumnya dengan nomor di bawah Rp478,8 juta.
Lebih dari itu, relevansinya semakin menurun lantaran konsumen saat ini condong memaksimalkan ruang, tenaga, dan tampilan kendaraan.
Apabila dilihat dari penyebaran merek, nilai rata-rata Porsche melonjak 12,4 persen dari tahun lampau menjadi Rp2,1 miliar sementara Cadillac meningkat 11,6 persen menjadi Rp1,4 miliar.
Meski begitu, Mercedes-Benz mengalami penurunan nilai 3,4 persen menjadi Rp1,29 miliar, sementara Tesla turun 2,6 persen menjadi Rp908,8 juta. Kedua produsen tampaknya melanjutkan strategi pemotongan nilai untuk tetap kompetitif di pasar AS.
Sementara itu kenaikan insentif sebesar 6,9 persen pada Februari menunjukkan upaya produsen menjaga minat konsumen dalam membeli mobil terlepas dari nilai nan terus meningkat.
(iqb/fea)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·