Jakarta, CNN Indonesia --
Kenaikan berat badan sering diasosiasikan dengan pola makan nan kurang tepat. Namun rupanya tidak hanya itu. Ada sederet tanda nan menunjukkan Anda perlu mengubah pola makan.
Ada satu tanda nan menunjukkan bahwa pola makan Anda tidak sehat yakni, kenaikan berat badan. Anggapannya, jika berat badan stabil, berfaedah pola makan sudah tepat.
Padahal tidak selalu demikian. Tubuh mempunyai langkah untuk 'protes', mengirimkan sinyal bahwa dia sedang tidak baik-baik saja. Namun tanda-tanda ini sering tidak disadari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tanda pola makan tidak sehat
Sejumlah tanda diberikan tubuh dalam rangka memberikan peringatan bahwa Anda perlu mengubah pola makan alias asupan sehari-hari. Apa saja?
1. Rambut rapuh
Seluruh organ tubuh memerlukan nutrisi nan cukup agar berfaedah sebagaimana mestinya. Dalam perihal ini tak terkecuali folikel rambut.
Perubahan pada rambut tidak selalu akibat salah pemilihan produk perawatan. Pola makan tidak sehat bisa mengakibatkan kekurangan gizi sehingga rambut rapuh, kering dan mudah rontok.
Penelitian menunjukkan pola makan rendah protein, masam lemak esensial, vitamin C, seng, dan unsur besi dikaitkan dengan rambut rontok, rambut menipis dan kehilangan pigmentasi.
Perubahan kondisi kulit sangat berangkaian dengan pertambahan usia. Hanya saja, ketika ada nan mengira Anda berumur 40-an di saat usia sebenarnya tetap 30-an, tentu ada nan perlu diperbaiki.
Banyak penelitian menunjukkan pola makan bergizi bisa meningkatkan kesehatan kulit dan menunda tanda penuaan kulit.
Seperti dilansir dari Cleveland Clinic, tinjauan sistematis pada 2012 menyebut pola makan nan tinggi vitamin A, C, D, dan E terbukti menguntungkan kulit. Kulit terlihat lebih muda.
3. Retakan di perspektif mulut
Ilustrasi. Retakan di perspektif mulut bisa menandakan pola makan tidak sehat. (Budi Rahmah Panjaitan)
Bibir kering menandakan tubuh kekurangan cairan alias dehidrasi. Namun ketika menemukan retakan di perspektif mulut, ini bukan masalah sepele.
Retakan alias luka di perspektif mulut menandakan kondisi medis nan disebut stomatitis angularis. Kondisi ini bisa jadi merupakan tanda tubuh kekurangan unsur besi alias jangkitan kulit akibat kuman alias jamur.
"Coba gunakan salep bibir alias vaselin selama beberapa hari, tetapi jika keadaan tidak membaik setelah seminggu, alias memburuk sebelum itu, temui master Anda," kata Petra Simic dari Bupa Health Clinics, mengutip dari Cosmopolitan.
4. Tubuh lemas
Tubuh lemas, kelelahan, bisa menandakan Anda mengonsumsi terlalu banyak gula alias karbohidrat sederhana. Sebagian besar orang salah kaprah mengartikan tubuh lemas berfaedah butuh asupan gula.
"Sebaliknya mengurangi asupan gula bakal membikin kadar daya mulai stabil dalam waktu singkat. Pilihlah camilan nan melepaskan daya secara perlahan, seperti pisang dan kacang-kacangan," kata Simic.
5. Susah fokus
Belakangan susah konsentrasi alias perlu perjuangan keras demi bisa konsentrasi? Hal ini menandakan tubuh kekurangan nutrisi seimbang.
Ilustrasi. Kinerja otak berjuntai pada asupan nutrisi. Pola makan tidak sehat bisa membikin Anda kesulitan konsentrasi. (Aqida Widya)
Otak sangat berjuntai pada nutrisi nan baik agar bisa bekerja optimal. Anda perlu mencukupi kebutuhan masam lemak omega 3 karena nutrisi ini berkedudukan dalam perkembangan kognitif.
Omega 3 bisa diperoleh dari kacang-kacangan, biji-bijian dan ikan berlemak.
6. Proses pemulihan luka lambat
Jika Anda mempunyai pola makan sehat, luka seperti apa pun bakal pulih dengan cepat. Proses pemulihan luka nan lambat menandakan Anda perlu memperbaiki pola makan.
Pola makan jelek memengaruhi kekuatan jaringan baru, waktu pemulihan dan seberapa baik tubuh melawan jangkitan nan masuk lewat luka. Penelitian membuktikan pengobatan luka perlu pasokan kalori, protein dan nutrisi lain untuk pemulihan luka.
7. Gampang sakit
Pola makan nan jelek berakibat negatif terhadap daya tahan tubuh. Akibatnya, Anda mudah sakit. Jika sudah begini, sebaiknya perbaiki asupan makanan.
Pilih nutrisi nan mendukung daya tahan tubuh seperti vitamin A, C, E, seng, selenium, unsur besi dan masam folat. Anda bisa memulainya dengan menambahkan sayur, buah, dan biji-bijian utuh dalam diet harian.
Studi pada 2019 menunjukkan asupan nutrisi terbaik berasal dari makanan sehingga sebaiknya tidak terlalu menggantungkan pemenuhan nutrisi dari suplemen.
[Gambas:Video CNN]
(els/els)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·