Jakarta, CNN Indonesia --
Tahukah Anda siapa Bapak Koperasi Indonesia? Bapak Koperasi Indonesia adalah Mohammad Hatta atau nan kerap dikenal dengan sapaan Bung Hatta.
Selain merupakan salah satu tokoh proklamator kemerdekaan, sosoknya juga dikenal atas perannya dalam mendorong dan memajukan koperasi Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beliau tak hanya berjasa di bagian politik, tetapi juga sangat peduli terhadap ekonomi kerakyatan. Kiprah Mohammad Hatta dalam membangun fondasi koperasi menjadi warisan besar bagi perekonomian Indonesia.
Perjuangan Hatta tercermin dari usulannya mendirikan koperasi sebagai solusi melawan praktik ekonomi nan tidak adil. Tak heran, dia dihormati sebagai Bapak Koperasi Indonesia sejak 1953.
Penghargaan tersebut merupakan corak pengakuan atas kontribusinya dalam membangun sistem ekonomi nan setara dan merata.
Berikut info mengenai sosok dan latar belakang nan menjadikan Mohammad Hatta disebut sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Riwayat hidup dan perjuangan awal Bung Hatta
Melansir kitab Biografi Singkat Mohammad Hatta (2019) nan ditulis Rohmat, Mohammad Hatta lahir pada 12 Agustus 1902 di Bukittinggi, Sumatra Barat. Ia berasal dari family terpelajar dan religius. Ayahnya, Haji Mohammad Jamil, merupakan keturunan ustadz terkenal Syekh Arsyad.
Sementara ibunya, Siti Saleha, berasal dari family pedagang. Semangat belajar membawa Hatta ke Batavia untuk menempuh pendidikan tinggi, lampau melanjutkan studi ke Belanda pada 1921.
Di sana, dia belajar di Handels Hogeschool, sekarang Universitas Erasmus Rotterdam, sembari aktif dalam organisasi pergerakan kemerdekaan Indonesia.
Selama di Eropa, Hatta tak hanya bergiat dalam politik, tetapi juga memperdalam pengetahuan tentang koperasi. Ia apalagi mengunjungi negara-negara Skandinavia seperti Denmark untuk mempelajari sistem koperasi nan telah sukses di sana.
Dari sanalah, cita-cita Hatta untuk membangun ekonomi berbasis koperasi mulai tumbuh.
Kontribusi terhadap aktivitas koperasi
Mengutip dari kitab Sejarah Lahirnya Koperasi serta Visi dan Misi Koperasi (2021) nan ditulis R. Toto Sugiarto, sekembalinya ke Indonesia pada 1932, semangat Hatta dalam memperjuangkan kemerdekaan dan ekonomi rakyat tidak padam.
Meski beberapa kali ditangkap dan diasingkan oleh pemerintah kolonial, dia terus menyuarakan pentingnya kemandirian ekonomi.
Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Hatta menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia pertama.
Namun, di kembali kesibukannya di bumi politik, Hatta tetap aktif mendorong pengembangan koperasi. Puncaknya, pada Kongres Koperasi Indonesia II di Bandung tanggal 12 Juli 1953, Mohammad Hatta resmi dinobatkan sebagai Bapak Koperasi Indonesia.
Dalam kongres tersebut juga dibentuk Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), menetapkan koperasi sebagai materi pelajaran di sekolah, serta menyusun undang-undang koperasi baru.
Pemikiran dan pendapat Bung Hatta tentang koperasi
Bung Hatta memandang koperasi sebagai corak ideal ekonomi rakyat. Menurutnya, koperasi bukan semata-mata untuk mencari untung tetapi untuk memenuhi kebutuhan berbareng para anggotanya.
Ia mengusulkan pendirian tiga jenis koperasi, yaitu:
- Koperasi konsumsi, nan melayani kebutuhan pekerja dan pegawai.
- Koperasi produksi, sebagai wadah bagi petani, peternak, dan nelayan.
- Koperasi kredit, nan menyediakan modal bagi pedagang mini dan pengusaha mikro.
Upaya Hatta untuk membangun koperasi juga dilandasi oleh realita bahwa banyak petani dan pelaku upaya mini terjerat tengkulak dan rentenir.
Pemerintah saat itu pun mendukung dengan memberikan support angsuran melalui koperasi serta meningkatkan pendidikan kader koperasi di beragam wilayah.
Demikian penjelasan mengenai sosok Bapak Koperasi Indonesia Mohammad Hatta dan kiprahnya. Semoga bermanfaat!
(gas/fef)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·