CNN Indonesia
Kamis, 26 Feb 2026 08:10 WIB
CEO Sony Pictures Tom Rothman mengonfirmasi bakal reboot Spider-Man universe setelah rentetan hasil mengecewakan di box office. (Sony Pictures)
Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah rentetan hasil mengecewakan di box office, Sony Pictures akhirnya mengambil langkah drastis. CEO Sony Pictures Tom Rothman mengonfirmasi berencana melakukan reboot terhadap Spider-Man universe mereka.
Dalam sesi bincang-bincang di podcast The Town, Matt Belloni melontarkan pertanyaan tajam mengenai nasib franchise ini di luar jenis animasi Spider-Verse. Rothman memastikan semesta Spider-Man mereka tidak mati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah bakal menjadi reboot nan betul-betul baru?" tanya Belloni.
"Iya," jawab Rothman.
"Dengan orang-orang baru?" timpal Belloni.
"Iya benar," Rothman menegaskan sembari menambahkan prinsip strategis bahwa, "Kelangkaan mempunyai nilai.. kudu membikin penonton merindukan Anda."
Namun, belum ada info lebih lanjut nan dibocorkan mengenai rencana reboot Spider-Man universe dari Sony.
[Gambas:Video CNN]
Langkah reboot dianggap sebagai upaya pengamanan setelah beberapa proyek live-action Sony dari semesta nan sama kandas total, baik secara ulasan maupun pendapatan box office.
Meskipun Venom (2018) sukses besar dengan US$856 juta, film-film setelahnya, seperti Morbius (US$162 juta), Madame Web (US$100 juta), hingga Kraven the Hunter nan hanya meraup US$60 juta, memaksa studio mengevaluasi ulang strategi mereka.
Alasan Spider-Man: No Way Home tak tayang di China
Selain membahas rencana reboot Spider-Man universe , Rothman untuk pertama kalinya juga menjelaskan argumen di kembali dilarangnya Spider-Man: No Way Home tayang di China pada 2021.
Ia menjelaskan bahwa pihak otoritas movie Tiongkok mengusulkan syarat sensor nan sangat susah diterima.
"[Otoritas Film Tiongkok] hanya berkata, 'Hal kecil, tidak masalah, cukup pangkas bagian Patung Liberty' nan mana merupakan letak klimaks filmnya. Itu permintaan mereka," ungkap Rothman.
Meskipun movie tersebut sukses meraup US$1,9 miliar secara dunia tanpa pasar Tiongkok, Rothman mengakui pencapaian itu sedikit membuatnya jengkel lantaran percaya nomor tersebut bisa menembus US$2 miliar.
Namun, dia memilih untuk tidak menuruti permintaan sensor tersebut.
"Selain itu, saya betul-betul tidak mau duduk di hadapan Kongres dan menjelaskan kenapa saya membuang Patung Liberty atas permintaan Partai Komunis China," tambahnya.
(chri)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·