slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Standar Ketat Daycare Yang Aman Dari Idai, Orang Tua Harus Tahu

Sedang Trending 2 jam yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 29 Apr 2026 21:00 WIB

IDAI memberikan beberapa aspek nan perlu diperhatikan orang tua dalam memilih daycare untuk anak. Apa saja? Ilustrasi. IDAI memberikan beberapa aspek nan perlu diperhatikan orang tua dalam memilih daycare untuk anak. (Istockphoto/Nadezhda1906)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus kekerasan pada anak di sejumlah daycare kembali menjadi sorotan publik. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa akomodasi pengasuhan tidak boleh lagi dipahami sebagai tempat penitipan, melainkan ruang nan wajib menjamin keamanan, perkembangan, dan kesejahteraan anak.

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, master Fitri Hartanto menyoroti penggunaan istilah 'penitipan' nan dinilai tidak tepat untuk manusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun ya, jika kita lihat dari apa nan diartikan sebagai TPA itu tempat penitipan anak dalam hati kami sebagai master ahli anak konsultan tumbuh kembang sepertinya tidak pas," ujar Fitri dalam pemaparannya, Senin (29/4).

Ia menambahkan, secara makna bahasa, konsep penitipan lebih merujuk pada benda.

"Ternyata AI sendiri juga mengatakan bahwa konsep penitipan menurut KBBI secara harfiah merujuk pada penitipan barang. Sedangkan anak bukan peralatan saya kira," kata Fitri.

Menurut Fitri, berikut merupakan beberapa aspek nan perlu diperhatikan orang tua dalam memilih daycare untuk anak.

1. Keamanan fisik

Aspek keamanan bentuk menjadi pondasi utama dalam memilih daycare. Lingkungan kudu dirancang untuk meminimalkan akibat cedera, mulai dari instalasi listrik nan kondusif hingga kreasi ruang nan ramah anak.

CCTV di seluruh area menjadi salah satu perihal krusial transparansi pengawasan. Selain itu, akomodasi seperti tangga berpagar, perspektif perabot nan aman, serta area bermain dengan lantai lembek juga menjadi standar minimum nan perlu diperhatikan orang tua.

2. Kualitas pengasuh dan rasio anak

IDAI menekankan pentingnya kompetensi, kesabaran, serta keahlian komunikasi nan baik untuk pengasuh dalam mendampingi anak usia dini.

Rasio pengasuh juga menjadi perhatian penting, ialah 1:3 untuk anak di bawah 2 tahun, 1:5 untuk usia 2-3 tahun, dan 1:7 untuk usia 4-5 tahun. Pengasuh idealnya mempunyai sertifikasi PAUD alias latar belakang ilmu jiwa anak serta telah melalui pemeriksaan latar belakang.

3. Stimulasi dan rutinitas

ilustrasi anak pakai kacamatIlustrasi. IDAI memberikan beberapa aspek nan perlu diperhatikan orang tua dalam memilih daycare untuk anak. (iStockphoto/nilimage)

Daycare nan baik tidak hanya menjaga anak, tetapi juga memberikan stimulasi perkembangan nan sesuai usia.

Kegiatan seperti bermain, belajar, makan, hingga tidur siang kudu diatur dengan jelas.

Selain itu, penggunaan mainan edukatif lebih diutamakan dibandingkan ketergantungan pada layar alias gawai, serta adanya komunikasi rutin kepada orang tua menjadi nilai tambah.

4. Kesehatan dan gizi

Aspek kesehatan menjadi bagian nan tidak terpisahkan dari sistem pengasuhan anak. Penyediaan makanan bergizi seimbang menjadi standar dasar nan wajib dipenuhi oleh daycare.

Selain itu, anak nan sakit sebaiknya tidak dicampurkan dengan anak sehat, melainkan ditempatkan di ruang isolasi sementara. Pengasuh juga perlu mempunyai pengetahuan dasar mengenai kebersihan serta keahlian menangani kondisi darurat ringan pada anak.

5. Legalitas dan administrasi

Legalitas menjadi parameter awal apakah sebuah daycare berada dalam pengawasan resmi pemerintah. Izin operasional dari dinas mengenai menjadi syarat krusial nan tidak bisa diabaikan.

Selain itu, transparansi biaya, kebijakan operasional, serta sistem pengawasan seperti CCTV nan dapat diakses orang tua menjadi bagian dari akuntabilitas jasa pengasuhan anak.

Dalam pemaparannya, Fitri menegaskan bahwa daycare kudu dipahami sebagai bagian dari sistem pengasuhan anak usia dini, bukan sekadar jasa penitipan.

"Daycare itu jika direferensi-referensi masuk ke pendidikan anak usia dini," ujar Fitri.

Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan anak kudu sesuai kebutuhan dasar nan mencakup kasih sayang, keamanan, dan stimulasi perkembangan.

Dengan standar nan tepat, daycare diharapkan dapat kembali pada fungsinya sebagai ruang tumbuh kembang anak nan aman, bukan sekadar tempat menitipkan anak selama orang tua bekerja.

(nga/asr)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru