CNN Indonesia
Senin, 12 Mei 2025 13:30 WIB
Kaca bus Persik pecah usai dilempar batu usai keluar Stadion Kanjuruhan. (CNNIndonesia/Farid)
Jakarta, CNN Indonesia --
Manajemen Arema FC menimbang tak bakal bermarkas di Stadion Kanjuruhan hingga akhir musim Liga 1 2024/2025.
Niatan ini disampaikan Arema FC setelah kejadian pelemparan batu bus Persik Kediri setelah pertandingan melawan Arema FC di Kanjuruhan pada Minggu (11/5) malam.
Pertandingan ini berhujung dengan skor 3-0 untuk kemenangan Persik. Laga ini melangkah dengan normal. Pihak Persik pun bisa datang dan meninggalkan stadion dengan normal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ketika berada di jalan raya, sesaat setelah meninggalkan area stadion alias berada di lingkaran empat lingkungan stadion, oknum suporter melempar bus Persik dengan batu.
Sejumlah kaca bus pecah akibat lemparan tersebut. Bahkan, pembimbing Persik Divaldo Alves mengalami luka pada bagian kepala. Beruntung lukanya tidak begitu parah.
Manajemen Arema FC pun mengutuk keras kejadian tersebut. Pelemparan bus musuh setelah pertandingan tak bisa dibenarkan. Karena itu pula Arema menimbang tak bermain di Kanjuruhan.
"Arema FC mempertimbangkan mengenai masa depan Singo Edan dalam sisa kejuaraan Liga 1 musim ini, terutama mengenai kemungkinan tidak bermain di kandang sendiri," tulis Arema.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengatakan pihak klub telah berdarah-darah memperjuangkan eksistensi klub. Namun perjuangan itu dinodai oleh oknum nan arogan.
"Tiga tahun kami berupaya mempertahankan eksistensi klub. Bersungguh-sungguh untuk kembali ke rumah sendiri. Sementara itu banyak pihak tiada henti mencaci maki klub."
"Di satu sisi klub berupaya memperkuat dan sabar menghadapi padahal klub mengalami masa susah dengan keterbatasan dana, lantaran tidak ada pemasukan," kata Yusrinal.
Kejadian ini betul-betul membikin manajemen Arema kehilangan semangat. Karena itu Arema FC berambisi para pidana pelaku pelemparan bisa ditangkap.
"Rasanya hanya cukup sisa tenaga, semangat dan niat tulus mempertahankan klub ini. Kami terasa sudah berdarah darah, sekuat daya dan upaya kami lakukan," kata Yusrinal.
"Namun hasilnya seakan-akan kita tidak dihormati di sini. Polisi kudu tangkap dan ungkap pelaku dan motif pelemparan bus Persik Kediri," ujar Yusrinal menambahkan.
[Gambas:Video CNN]
(abs/abs/rhr)
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·