Jakarta, CNN Indonesia --
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk atau Bank BJB resmi menunjuk eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti sebagai komisaris utama independen.
Dalam rapat nan sama, pemegang saham juga menetapkan Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB.
Keputusan itu menjadi salah satu agenda utama dalam RUPST Tahun Buku 2025 nan digelar secara hybrid di Bale Pakuan, Bandung, Selasa (28/4). Selain perombakan pengurus, rapat juga memutuskan pembagian dividen sebesar Rp900 miliar alias setara Rp85,54 per lembar saham kepada pemegang saham.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku pemegang saham pengendali mengatakan nama-nama nan masuk dalam jejeran komisaris dan dewan merupakan figur nan dinilai mempunyai integritas untuk memperkuat tata kelola bank wilayah tersebut.
"Saya merekomendasikan orang-orang dalam Bank BJB nan menurut saya mempunyai integritas," ujar Dedi dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).
Dalam susunan baru itu, Susi ditempatkan sebagai komisaris utama independen menggantikan posisi ketua komisaris sebelumnya. Namun, pengangkatannya baru efektif setelah memperoleh persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui proses fit and proper test.
Selain Susi, pemegang saham juga menetapkan Eydu Oktain Panjaitan sebagai komisaris independen nan juga menunggu persetujuan OJK. Sementara jejeran komisaris lainnya diisi Novian Herodwijanto, Rudie Kusmayadi, Herman Suryatman, dan Tomsi Tohir.
Pada level direksi, Ayi Subarna resmi didapuk menjadi kepala utama. Ia bakal memimpin berbareng Asep Dani Fadillah sebagai kepala kepatuhan, Hana Dartiwan sebagai kepala keuangan.
Lalu, Mulyana sebagai kepala korporasi dan UMKM, Nunung Suhartini sebagai kepala konsumer dan ritel, Muhammad As'adi Budiman sebagai kepala teknologi informasi, serta Herfinia sebagai kepala operasional.
Perubahan struktur dewan ini disebut dilakukan seiring meningkatnya peran strategis teknologi info dalam transformasi upaya perseroan, termasuk penguatan digitalisasi, tata kelola perusahaan, dan peningkatan kualitas layanan.
Dalam RUPST tersebut, Bank BJB juga menyetujui sejumlah agenda lain mulai dari pengesahan laporan tahunan, penunjukan akuntan publik, pengkinian recovery plan, hingga perubahan anggaran dasar perseroan setelah bank bjb ditetapkan sebagai perusahaan induk konglomerasi finansial (PIKK).
Perseroan mencatat total aset mencapai Rp221,3 triliun sepanjang 2025, menjadikan Bank BJB sebagai bank pembangunan wilayah dengan aset terbesar di Indonesia. Angka itu menjadi salah satu dasar perusahaan melakukan penyegaran organisasi untuk menopang arah upaya ke depan.
[Gambas:Youtube]
(del/pta)
Add
as a preferred source on Google
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·