Jakarta, CNN Indonesia --
Masuk ke sekolah kedinasan menjadi salah satu jalur nan menjanjikan masa depan cerah bagi anak lulusan SMA. Namun, untuk bisa lolos dan diterima, calon taruna kudu melalui tahapan seleksi sekolah kedinasan nan sangat ketat dan kompetitif.
Proses seleksi ini tidak hanya menilai keahlian akademik, tetapi juga aspek kepribadian, kesehatan, dan fisik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka dari itu, krusial bagi setiap calon peserta untuk memahami setiap tahapan nan kudu dilalui agar dapat mempersiapkan diri secara maksimal sejak awal.
Lantas, apa saja tes dan jenis seleksi nan diujikan saat mendaftar sekolah kedinasan? Berikut daftarnya.
1. Seleksi Administrasi
Tahapan awal nan kudu dilalui adalah seleksi administrasi. Di tahap ini, panitia bakal memverifikasi kelengkapan dan keabsahan arsip nan diunggah oleh peserta melalui portal resmi sekolah kedinasan.
Dokumen nan diperiksa antara lain ijazah, KTP, pas foto, surat keterangan sehat, dan arsip pendukung lainnya sesuai persyaratan lembaga tujuan. Jika peserta tidak memenuhi syarat administratif alias dokumennya tidak sesuai, maka otomatis bakal gugur tanpa bisa lanjut ke tahap berikutnya.
2. Seleksi Kompetensi Dasar (SKD)
Setelah lolos seleksi administrasi, peserta bakal mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) nan diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Tes ini menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test) dan terdiri dari tiga bagian: Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Nilai SKD mempunyai periode pemisah tertentu nan kudu dipenuhi agar peserta bisa lanjut ke tahapan berikutnya. Tes ini menjadi penentu utama lantaran dilakukan secara nasional dan bertindak untuk seluruh sekolah kedinasan di bawah kementerian/lembaga.
3. Tes Kesehatan
Tes kesehatan dilakukan untuk memastikan bahwa peserta mempunyai kondisi bentuk dan mental nan memadai untuk mengikuti pendidikan kedinasan nan padat dan disiplin. Pemeriksaan meliputi tes kesehatan umum, tes pendengaran, penglihatan, tinggi dan berat badan, serta kesehatan organ dalam.
Beberapa sekolah kedinasan mempunyai standar tinggi untuk aspek kesehatan, tergantung kebutuhan instansi, misalnya untuk sektor militer, perhubungan, alias kepolisian. Peserta nan tidak memenuhi standar bakal dinyatakan tidak lulus meskipun nilai akademiknya baik.
4. Tes Kesamaptaan Fisik
Tes ini biasanya berupa serangkaian aktivitas bentuk seperti lari 12 menit, push-up, sit-up, pull-up (untuk laki-laki), dan shuttle run. Tujuannya adalah menilai kebugaran jasmani peserta sebagai corak kesiapan mengikuti aktivitas training nan intensif.
Masing-masing sekolah kedinasan mempunyai ragam jenis dan standar penilaian tes fisik, sehingga krusial bagi peserta untuk mencari tahu dan mulai latihan bentuk jauh-jauh hari sebelum ujian.
5. Tes Psikologi dan Wawancara
Tes ilmu jiwa bermaksud untuk mengukur stabilitas emosional, keahlian berpikir, dan kecocokan kepribadian peserta terhadap budaya kedinasan. Dalam beberapa instansi, tahapan ini juga disertai wawancara nan menggali motivasi, keahlian komunikasi, serta pemahaman calon taruna terhadap pekerjaan nan bakal dijalani.
Wawancara bisa dilakukan oleh psikolog, dosen, alias perwakilan dari instansi, dan merupakan salah satu komponen krusial nan kerap menentukan kelulusan akhir peserta.
Itulah rincian tahapan seleksi sekolah kedinasan nan perlu dilalui calon peserta. Semoga bermanfaat.
(han/fef)
[Gambas:Video CNN]
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·