CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 13:00 WIB
Ilustrasi kafe. (iStockphoto/Alena Kravchenko)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tren baru di Korea Selatan memicu perdebatan panas di media sosial. Sejumlah kafe sekarang mulai mewajibkan pembayaran bagi penduduk nan mau menggunakan toilet tanpa membeli minuman.
Kontroversi ini mencuat setelah sebuah foto pengumuman di sebuah gerai viral bulan ini. Pengumuman tersebut mencantumkan biaya sebesar 2.000 won (sekitar Rp23.500) bagi siapa pun nan menggunakan toilet tanpa melakukan transaksi.
Melansir media Korea Selatan, Chosun, opini publik terbelah tajam menanggapi kebijakan ini. Pihak nan mendukung menilai biaya tersebut wajar. Mereka berdasar bahwa banyak orang masuk ke kafe hanya demi toilet tanpa memedulikan operasional bisnis. Hal ini dianggap tidak sopan bagi pemilik usaha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, bagi pihak nan menolak, mengkritik kebijakan tersebut sebagai tindakan nan "terlalu kasar", "tidak berperasaan", dan kurangnya rasa empati antarsesama.
Meski memicu perdebatan, para mahir norma menegaskan bahwa praktik ini tidak melanggar aturan. Pengacara Oh Soo-jin, seperti dikutip dari The Korea Times, menjelaskan bahwa toilet kafe adalah akomodasi privat nan ditujukan untuk pelanggan.
"Toilet kafe tidak termasuk dalam Undang-Undang Toilet Umum. Pemilik berkuasa menetapkan syarat penggunaannya," ujar Oh, seperti dikutip VN Express. Ia menambahkan, selama tarif tersebut dicantumkan dengan jelas, perihal itu dianggap sebagai "syarat transaksi nan sah."
Ketegangan soal akses toilet ini bukan pertama kalinya terjadi. Pada Desember lalu, sebuah kejadian serupa berujung pada keributan fisik. Seorang penduduk dilaporkan ke polisi dengan tuduhan "mengganggu bisnis" lantaran menggunakan toilet tanpa membeli.
Meski pelaku sudah meminta maaf dan menawarkan diri membeli minuman murah, pemilik kafe memaksa mereka memesan kopi mahal dan sempat menghadang jalan keluar.
Namun, polisi nan datang ke letak memutuskan bahwa penggunaan toilet bukanlah tindak pidana dan tidak terbukti mengganggu operasional bisnis.
Sistem toilet berbayar sebenarnya sudah lama lazim di banyak bagian Eropa, terutama di stasiun kereta dan pusat wisata, guna menutupi biaya pemeliharaan.
Sebaliknya, di banyak negara Asia seperti Vietnam, dan juga Indonesia, pelaku upaya condong lebih lenggang dan jarang terjadi gesekan mengenai akses toilet bagi non-pelanggan.
(wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·