Jakarta, CNN Indonesia --
Asisten pembimbing Jakarta LavAni Livin Transmedia, Erwin Rusni menyebut tensi panas laga grand final Proliga 2026 membuat emosi para pemainnya terpancing.
LavAni mengalahkan Jakarta Bhayangkara Presisi 3-1 dalam laga pertama grand final Proliga di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4) malam.
"Memang tensi panas sekali, cukup panas sekali," kata Erwin selepas laga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepemimpinan dan beberapa keputusan wasit nan dianggap kontroversial disebut jadi salah satu pemicunya. Tapi, Erwin bisa memakluminya.
Hanya saja diakuinya ini berimplikasi pada permainan Gyorgy Grozer, Taylor Sander dan para pemain LavAni lain nan terlihat begitu meluap-luap pada set 3.
"Ya jika saya bilang mereka sudah ahli semua ya, sudah bisa mengatasi di saat tertekan seperti apa," ucap Erwin.
Pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran sementara itu menyebut timnya terlalu banyak bikin salah sehingga menelan kekalahan. Pada set ketiga, timnya nan awalnya unggul 4 nomor pada akhirnya juga kudu kalah lantaran lenyap fokus.
Toiran menyebut para pemain lenyap konsentrasi juga lantaran kepemimpinan wasit laga malam ini. Legiun asing Bhayangkara, Bardia Saadat sampai dihadiahi kartu kuning lantaran memprotes keras ke wasit.
Kondisi ini bersambung hingga set keempat. Diliputi frustrasi, para penggawa Bhayangkara susah bangkit dan susah mengembangkan permainan.
"Set ketiga itu salah dari kita, konsentrasi lenyap lantaran situasi sama wasit dan beberapa situasi sudah lenyap konsentrasi itu nan kudu dimaksimalkan untuk mental anak-anak," imbuhnya.
LavAni bakal kembali berjumpa Bhayangkara pada Sabtu (25/4). Jika menang, maka LavAni dipastikan bakal meraih gelar juara. Sedangkan hasil sebaliknya, maka penentuan gelar bakal berjalan pada Minggu (26/4).
[Gambas:Video CNN]
(kum/jal)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·