Surabaya, CNN Indonesia --
Rentetan kasus pembobolan minimarket di Tulungagung dan Trenggalek, Jawa Timur (Jatim), akhirnya terungkap. Pelaku inisial AM merupakan prajurit TNI AD yang berdinas di Koramil Pakel, Tulungagung.
Berdasarkan catatan kedinasan, AM diketahui baru bekerja di Koramil Pakel selama kurang lebih enam bulan.
Selain itu, AM pernah terjerat kasus pencurian di Trenggalek pada 2024 dan baru saja bebas dari Rumah Tahanan Militer (RTM) pada awal 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga sekarang ditangkap lantaran melakukan tindakan pencurian lagi.
AM ditangkap penduduk dan abdi negara saat bertindak membobol minimarket di Kelurahan Kutoanyar, Kecamatan/Kabupaten Tulungagung, Sabtu (7/3) awal hari.
"Memang betul adanya oknum TNI AD nan melakukan pencurian di supermarket di Tulungagung inisialnya AM, personil Koramil 10 Pakel. Saat ini bahwasanya oknum ini posisi ada di Rumah Sakit Bhayangkara," kata Komandan Kodim (Dandim) 0807/Tulungagung, Letkol Arh Hanny Galih Satrio,kepada awak media, Senin (9/3).
Dia mengatakan AM mengalami luka saat aksinya tepergok penduduk nan lampau menyerahkan ke kepolisian. Hanny mengatakan AM telah secara resmi diserahkan ke detasemen polisi militer untuk diproses lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan Hanny, pelaku mengalami cedera gegar otak ringan dalam proses penangkapan nan melibatkan penduduk dan pihak kepolisian. Hal ini menyebabkan proses pengambilan keterangan oleh interogator Subdenpom menjadi tertunda hingga kondisi kesehatan nan berkepentingan dinyatakan stabil oleh tim dokter.
"Kemarin ya kejadiannya mungkin rekan-rekan sudah pada monitor kejadian tersebut jadi langsung diamankan oleh rekan-rekan kami dari Polres kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan ada mendapatkan cedera gegar otak ringan sehingga nan berkepentingan kudu menginap dulu di rumah sakit tersebut," lanjutnya.
Ia menjamin lembaga bakal bersikap transparan dan tidak bakal menutupi pelanggaran norma nan dilakukan prajurit TNI nan kembali melakukan pencurian setelah bebas dari tahanan itu.
"Kasus serupa di Trenggalek tahun 2024. Kemudian sudah masuk RTM juga mungkin lantaran sudah pada monitor juga keluar di tahun awal 2025 ya. Sudah. Kemudian ya terjadi lagi. Jadi ya tetap kita ada proses lagi. Kami tidak menutup," ungkap Hanny.
Hingga saat ini, pihak Kodim 0807 belum bisa memberikan rincian mengenai jumlah Tempat Kejadian Perkara (TKP) nan melibatkan AM. Seluruh proses investigasi nantinya bakal dilimpahkan ke Denpom Madiun untuk menentukan langkah norma selanjutnya di Pengadilan Militer.
"Nanti andaikan Subdenpom kelak sudah ada pasti kelak bakal disampaikan. Untuk lebih jelasnya lantaran kami juga tidak berani memberikan asumsi-asumsi, tidak. Nanti kita menunggu investigasi proses melangkah sesuai dengan norma nan berlaku," katanya.
Enam minimarket dibobol
Sementara itu, mengutip dari detikJatim, Wakapendam V/Brawijaya Letkol Czi Yudo Aji Susanto mengatakan jumlah minimarket dan toko nan dibobol pelaku tetap dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
"Perkiraan sementara kurang lebih enam TKP di wilayah Tulungaggung dan Trenggalek," jelasnya.
Pihaknya menegaskan, TNI berkomitmen untuk melakukan proses penegakan norma dan tidak menoleransi segala tindakan indisipliner maupun pidana nan dilakukan anggotanya.
"Kami tidak pandang bulu, siapa nan salah maka kudu siap dengan konsekuensinya," ujarnya.
Sebelumnya, kasus pembobolan minimarket dan toko terjadi secara beruntun di Tulungagung dan Trenggalek. Modusnya beragam, pelaku masuk ke dalam toko dengan menjebol genting hingga dinding.
(frd/kid)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·