slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Tesla Akan Voting Besok: Bayar Elon Musk Rp16.400 T Atau Saham Hancur

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tesla menghadapi keputusan besar pekan ini, antara bayar CEO Elon Musk paket saham berbobot hingga US$878 miliar alias sekitar Rp14.679,10 triliun (asumsi kurs Rp16.711 per dolar AS) alias mengambil akibat Musk hengkang dan saham perusahaan anjlok.

Pemungutan bunyi pemegang saham dijadwalkan berjalan Kamis (6/11) waktu setempat. Keputusan dari pemungutan bunyi itu disebut sebagai salah satu taruhan terbesar dalam sejarah perusahaan teknologi.

Dewan dewan Tesla meminta pemegang saham mendukung kompensasi raksasa ini, dengan argumen hanya Musk nan bisa mewujudkan ambisi perusahaan menjadi raksasa kepintaran buatan, robot humanoid, dan jasa robotaxi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika Musk memenuhi seluruh sasaran dalam 10 tahun, nilai Tesla diproyeksikan melonjak menjadi US$8,5 triliun alias setara Rp142.035 triliun dan Musk bakal menguasai sekitar seperempat saham perusahaan.

Sebagian penanammodal pun mendukung.

"Kalau saham Tesla melonjak enam kali lipat, saya juga ikut untung," ujar Nancy Tengler, CEO Laffer Tengler Investments.

"Buat apa mempermasalahkan berapa banyak duit nan dia dapat jika visinya betul-betul terwujud?" ucap Tengler.

Meski begitu, sejumlah pemegang saham besar dan master tata kelola menilai paket kompensasi ini berisiko tinggi. Mereka menilai majelis Tesla terlalu berjuntai pada satu sosok dengan potensi bentrok kepentingan besar sehingga kekuasaan Musk semakin tak terbendung.

California Public Employees' Retirement System dan sovereign wealth fund Norwegia termasuk nan menolak rencana ini. Mereka menilai langkah tersebut bisa merugikan nilai saham dan membikin perusahaan terlalu berjuntai pada satu orang.

Musk sebelumnya memberi sinyal dia bisa saja lebih konsentrasi ke perusahaannya nan lain, seperti SpaceX, xAI, dan Neuralink, jika paket kompensasi ini tidak disetujui. Ketua Dewan Tesla Robyn Denholm juga terus mengingatkan penanammodal soal akibat besar jika Musk pergi.

"Tanpa Elon, Tesla bisa kehilangan nilai signifikan," tulis Denholm dalam surat kepada pemegang saham pada Oktober.

Namun, sebagian master tata kelola perusahaan menilai ancaman seperti itu tidak semestinya membikin majelis menyerah begitu saja.

"Ini seperti dia menakut-nakuti dirinya sendiri, 'Beri saya US$1 triliun,'," ujar Gautam Mukunda dari Yale School of Management.

"Tugas majelis bukan sekadar mengangguk setiap kali CEO meminta sesuatu," imbuhnya.

Meski menuai kritik, ada juga nan menilai paket ini sebenarnya sejalan dengan kepentingan investor. Alasannya, Musk baru bakal menerima kompensasi besar itu jika nilai Tesla melonjak jauh di masa depan.

"Angkanya besar lantaran targetnya besar," ujar Krishna Palepu dari Harvard Business School.

Ia menambahkan Musk juga wajib menahan saham nan didapat selama lima tahun jika sasaran betul-betul tercapai.

Saat ini kapitalisasi pasar Tesla sekitar US$1,5 triliun alias setara Rp25.074 triliun, nomor nan menggantung pada janji jangka panjang perusahaan daripada keahlian sektor mobil listrik nan tengah menurun.

Ancaman Musk keluar dinilai memberi tekanan psikologis ke majelis dan pemegang saham.

"Jika Elon Musk sampai hengkang dan nilai saham Tesla langsung merosot, itu tentu bukan situasi nan diinginkan selama Anda menjabat," kata David Larcker dari Stanford University.

Masalah norma juga ikut membayangi proses ini. Paket kompensasi Musk pada 2018 senilai US$56 miliar alias Rp936,04 triliun pernah dibatalkan oleh pengadilan Delaware lantaran dianggap terlalu besar dan sarat bentrok kepentingan.

Setelah itu, Tesla memindahkan yurisdiksi hukumnya ke Texas, di mana patokan untuk menggugat dewan lebih ketat, termasuk syarat pemegang saham kudu mempunyai setidaknya 3 persen saham secara kolektif untuk bisa mengusulkan gugatan.

Musk saat ini memegang sekitar 15 persen saham Tesla nan kemungkinan bakal menjadi aspek krusial dalam voting. Para pengkritik menilai majelis Tesla sekarang berada dalam posisi susah lantaran perusahaan sangat berjuntai pada Musk, namun tidak mempunyai rencana jelas jika dia pergi.

"Pertanyaannya adalah siapa nan siap menggantikan CEO ini jika dia pergi alias sesuatu terjadi," kata Charles Whitehead dari Cornell University.

[Gambas:Video CNN]

(del/dhf)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru