Jakarta, CNN Indonesia --
Tunggal ketiga Indonesia, Anthony Ginting mengaku sempat mengalami kram saat kalah 22-20, 15-21, 20-22 dari Toma Junior Popov pada arena Thomas Cup 2026, Rabu (29/4) awal hari WIB.
Ginting kalah dari Toma Popov usai berjuang selama 85 menit di lapangan. Kekalahan Ginting itu membikin Indonesia tertinggal 0-3 dan pada akhirnya takluk dengan skor akhir 1-4 dari Prancis.
"Kuncinya di gim kedua ketika Toma mulai mengubah pola permainan dan saya ikut masuk ke pola permainan dia. Lalu di gim ketiga bisa menemukan ritme lagi, sempat unggul di interval," ujar Ginting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi ya menjelang akhir ada keserimpet nan membikin kaki sedikit kram. Kendala nan dirasakan itu coba tidak dirasakan, terus coba lantaran saya memandang tetap ada kesempatan. Dia pun terlihat ada tegang dengan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri," kata Ginting menambahkan.
Tapi memang tidak banyak pilihan pola permainan nan bisa saya mainkan jadi ketika dia kembali menemukan ketenangannya, saya mulai kesulitan dengan banyak kudu berlari mengejar bola.
Ginting mengaku tidak merasakan ketegangan nan berlebihan. Meskipun, dia menyadari partai ketiga ini krusial lantaran Indonesia sudah tertinggal 0-2 dari Prancis.
"Sejujurnya tidak ada tegang nan besar saat masuk lapangan lantaran memang semua di tunggal peluangnya 50-50. Dengan ranking mereka nan lebih tinggi di atas kertas memang jadi tantangan dan itu nan saya pikirkan. Tidak mau berpikir match pertama seperti apa, match kedua seperti apa," ucap Ginting.
"Saya mau coba challenge diri saya sendiri tadi di lapangan. Apa nan sudah dilatih di Jakarta, di training camp, apa nan sudah dipersiapkan coba buat diterapkan tanpa konsentrasi ke skor besarnya."
[Gambas:Video CNN]
(jal/jun)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·