Jakarta, CNN Indonesia --
Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto mulai menjalankan program pencarian talenta pemain muda dengan mengirim tiga asistennya ke tiga wilayah di Indonesia. Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius Hector Souto dalam membangun fondasi kuat untuk masa depan Timnas Futsal Indonesia.
Hector Souto mengatakan program ini sudah resmi melangkah dan dirancang secara terstruktur untuk menjaring talenta usia muda, khususnya golongan U-17.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa proses pengembangan ini bukan sekadar rencana, tetapi sudah mulai dieksekusi di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses sudah dimulai. Dan sudah terstruktur. Mulai hari ini, para pembimbing memulai development mereka di seluruh Indonesia untuk memimpin Talent Detection U-17," kata Hector Souto dikutip dari IG pribadinya pada Rabu (15/4).
Tiga asisten pembimbing langsung ditugaskan Souto ke tiga daerah berbeda. Eka Sanjaya memulai pencarian di Aceh, Abdul Manan bergerak di Lampung, sementara Amril Daulay menjalankan tugasnya di Semarang. Sementara itu, Hector sendiri dijadwalkan bertolak ke Ternate untuk mencari bakat.
"Eka Sanjaya sudah memulai pekerjaannya pagi ini di Aceh. Abdul Manan memulai hari ini di Lampung. Amril Daulay memulai di Semarang. Saya bakal berangkat awal hari ke Ternate (Maluku)," ujar Souto.
[Gambas:Instagram]
Dalam pelaksanaannya, program ini tidak melangkah sendiri. Para pembimbing dibantu oleh staf nan mempunyai pengalaman di level tim nasional golongan umur, sehingga kualitas seleksi tetap terjaga di seluruh wilayah.
"Masing-masing bakal bekerja di wilayah nan berbeda, didukung oleh pembimbing nan mempunyai pengalaman di tim nasional U-16 dan U-19 untuk memastikan proses nan terstruktur, konsisten, dan berbobot di seluruh negara," kata Souto.
Hector juga menyadari luasnya wilayah Indonesia menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, sistem pencarian pemain dibuat berjenjang, dimulai dari tingkat wilayah hingga nasional.
"Indonesia adalah negara nan sangat luas. Tidak mungkin datang di setiap kota. Karena itu, sistemnya jelas: Pertama, Asosiasi Futsal Kabupaten (AFK) melakukan penemuan talenta di tingkat lokal, kedua AFP mengoordinasikan dan melakukan seleksi awal, ketiga kami melakukan pertimbangan final di 38 provinsi."
Ia pun menegaskan komitmen penuh dalam menjalankan program ini, sekaligus membujuk seluruh pihak di wilayah untuk aktif terlibat dalam proses pencarian talenta tersebut.
"Komitmen kami terhadap proses ini maksimal. Untuk info lebih lanjut, silakan hubungi AFK alias AFP di wilayah masing-masing. Mereka kudu menjadi referensi utama di setiap daerah," tegasnya.
Lebih jauh, Hector Souto menilai bahwa masa depan futsal Indonesia kudu dibangun dari sistem kejuaraan usia awal nan kuat dan berkelanjutan.
"Kami sedang membangun sesuatu nan serius. Namun ke depan, penemuan talenta kudu lahir dari sistem kejuaraan nasional nan terstruktur dengan baik, dari usia 6 hingga 18 tahun. Ini waktunya futsal. Ini waktunya mendorong pemisah keahlian talenta nasional," kata Souto.
[Gambas:Video CNN]
(rhr/rhr/sry)
Add
as a preferred source on Google
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·