slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Tren Wisata Kini Bukan Banyak Tempat Dikunjungi, Tapi Makna Perjalanan

Sedang Trending 1 jam yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 30 Apr 2026 15:30 WIB

Tren wisata bergeser ke pengalaman bermakna. Pelancong sekarang lebih selektif, terencana, dan mencari nilai dalam setiap perjalanan. Ilustrasi. Perubahan pola wisata, orang sekarang lebih mementingkan kualitas perjalanan. (Getty Images via AFP/ANNA MONEYMAKER)

Jakarta, CNN Indonesia --

Tren industri pariwisata dunia sekarang mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya pelancong condong mengejar banyaknya destinasi nan dikunjungi, sekarang arah perjalanan berubah menuju kualitas pengalaman nan lebih individual dan bermakna.

Perubahan ini disampaikan oleh Kitty Chandra, Vice President Business Development Golden Rama Tours & Travel. Menurutnya, visitor saat ini tidak lagi sekadar berburu tempat, melainkan mencari nilai dari setiap perjalanan nan dilakukan.

"Jadi lebih mencari value ya. Bukan hanya sekadar banyaknya tempat dan sebagainya," ujar Kitty dalam aktivitas Temu Media di Jakarta beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data internal Golden Rama mencatat lonjakan aktivitas perjalanan lebih dari 20 persen pada semester pertama 2026. Temuan ini sejalan dengan laporan studi McKinsey & Company nan menunjukkan perubahan preferensi visitor secara global.

Lebih dari 70 persen pelancong sekarang menempatkan pengalaman sebagai prioritas utama, melampaui kepemilikan peralatan alias sekadar jumlah destinasi nan dikunjungi. Wisata pun tak lagi dilakukan secara impulsif.

Perjalanan sekarang direncanakan lebih matang, dengan tujuan nan jelas dan makna nan mau dicapai.

"Kalau dulu traveler itu misalnya satu tahun beberapa kali bepergian, sekarang mereka lebih terencana, lebih mencari maknanya. Tujuan traveling itu untuk apa," kata Kitty.

Perubahan pola ini juga terlihat dari langkah visitor menikmati destinasi. Meski negara seperti Jepang dan Korea Selatan tetap menjadi favorit, pelancong sekarang condong menetap lebih lama di satu tempat.

Mereka mau mengeksplorasi sisi lokal nan lebih autentik, bukan sekadar mengunjungi letak populer.

Menurut Kitty, transformasi ini mulai menguat sejak meredanya pandemi COVID-19. Perjalanan sekarang dipandang sebagai sarana untuk refleksi diri, bukan sekadar rekreasi.

Data menunjukkan, minat berjalan saat ini apalagi telah melampaui level sebelum pandemi. Pada 2024, pasar wisata internasional tumbuh sekitar 14 persen, sementara wisata domestik mencapai 20 persen. Memasuki 2025, pertumbuhan sektor ini mulai stabil di kisaran satu digit.

"Di 2025 sendiri, secara dunia ada peningkatan, tapi lebih stabil. Internasional dan domestik itu sekitar tujuh persen," ujar Kitty.

(tis/wiw/tis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru