Jakarta, CNN Indonesia --
Setelah selesai menjalankan ibadah sholat, umat Islam dapat mengerjakan amalan sunnah seperti membaca wirid. Mengamalkan bacaan wirid setelah sholat membikin umat Islam senantiasa terhubung dengan Allah Swt dan selalu mengingat bakal kebesaran-Nya.
Wirid adalah referensi nan berisi kalimat pujian kepada Allah Swt atau zikir nan dikerjakan secara rutin dan berulang-ulang. Membaca wirid biasanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, seperti setelah menjalankan ibadah sholat, terutama sholat fardu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan membaca wirid setelah sholat ini, harapannya Allah Swt bakal mencurahkan segenap rahmat, rida, dan keselamatan kepada hamba-Nya. Selain itu, dengan membaca wirid umat Islam bakal diberikan ketenangan jiwa dan dijauhkan dari gangguan setan.
Bacaan wirid setelah sholat
Dikutip dari Quran NU, berikut ini contoh referensi wirid setelah sholat nan bisa diamalkan sehari-hari.
1. Membaca istigfar dan angan selamat
أَسْتَغْفِرُ اللهَ (٣×) اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلامُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
Astaghfirullah (3x) Allahumma antassalaam, wa minkassalaam, tabaarakta yaa dzaljalaali wal ikraam.
Artinya: Aku memohon maaf kepada Allah (3x). Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan, Maha Suci Engkau, wahai Rabb Pemilik keagungan dan kemuliaan.
2. Membaca angan wirid
لا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ، اللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْت، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِ مِنْكَ الْجَدُّ
Laa ilaaha illa Allahu wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir, Allahumma laa maani'a limaa a'thaita wa laa mu'thiya limaa mana'ta wa laa dzal jaddi minkal jaddu.
Artinya: Tidak ada ilah nan berkuasa diibadahi dengan betul melainkan hanya Allah nan Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan bagi-Nya segala pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada nan mencegah apa nan Engkau beri dan tidak ada nan memberi apa nan Engkau cegah. Tidak berfaedah kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya dari (siksa)-Mu.
3. Membaca angan wirid
لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ، وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ وَلَهُ الْفَضْلُ وَلَهُ الثَّنَاءُ الْحَسَنُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ
Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai-in qodiir. Laa hawla wa laa quwwata illa billah. Laa ilaha illallah wa laa na'budu illa iyyah. Lahun ni'mah wa lahul fadhl wa lahuts tsanaaul hasan. Laa ilaha illallah mukhlishiina lahud diin wa law karihal kaafiruun.
Artinya: Tidak ada ilah nan berkuasa diibadahi dengan betul melainkan hanya Allah nan Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada daya dan kekuatan selain (dengan pertolongan) Allah. Tidak ada ilah nan berkuasa diibadahi dengan betul melainkan hanya Allah. Kami tidak beragama selain kepada-Nya. Bagi-Nya nikmat, anugerah, dan pujian nan baik. Tidak ada ilah nan berkuasa diibadahi dengan betul melainkan hanya Allah, dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.
4. Membaca angan zikir dan syukur
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wasyukrika wa husni 'ibadatik.
Artinya: Ya Allah, tolonglah saya untuk berzikir kepada-Mu, berterima kasih kepada-Mu, serta beragama dengan baik kepada-Mu.
5. Membaca tasbih 33 kali
سُبْحَانَ اللهِ
Subhanallah
Artinya: "Maha suci Allah
6. Membaca tahmid 33 kali
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillah
Artinya: Segala puji bagi Allah
7. Membaca takbir 33 kali
اللهُ أَكْبَرُ
Allahu akbar
Artinya: Allah Mahabesar
8. Membaca zikir lailahaillallah wahdahula syarikalah
لا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير
Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu lahul mulku walahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir.
Artinya: Tidak ada tuhan nan berkuasa diibadahi dengan betul melainkan hanya Allah nan Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi kerajaan, bagi-Nya segala puji. Dialah nan Mahakuasa atas segala sesuatu.
9. Membaca surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Qul huwallahu ahad, Allahush-shamad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakun lahu kufuwan ahad.
Artinya: Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah nan Maha Esa. Allah adalah Tuhan nan berjuntai kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun nan setara dengan Dia.
10. Membaca surat Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّحَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Qul a'uudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.
Artinya: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan nan Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam andaikan telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir nan menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki jika dia dengki.
11. Membaca surat An-Naas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Qul a'udzu birabbin-nas, malikin-nas, ilahin-nas, min syarril-waswasil-khannas, alladzî yuwaswisu fî shudurin-nas, minal jinnati wan-nas.
Artinya: Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan nan biasa bersembunyi, nan membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) hantu dan manusia.
12. Membaca Ayat Kursi
ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلْحَىُّ ٱلْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُۥ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَّهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ مَن ذَا ٱلَّذِى يَشْفَعُ عِندَهُۥٓ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَىْءٍ مِّنْ عِلْمِهِۦٓ إِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ ۖ وَلَا يَـُٔودُهُۥ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ ٱلْعَلِىُّ ٱلْعَظِيمُ
Allahu la ilaha illa huw, al-ḥayyul-qayyum, la ta`khuzuhu sinatuw wa la na`um, lahu ma fis-samawati wa ma fil-arḍ, man zallazi yasyfa'u 'indahū illa bi`iznih, ya'lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuḥiṭuna bisyai`im min 'ilmihi illa bima sya`, wasi'a kursiyyuhus-samawati wal-arḍ, wa la ya`uduhu ḥifẓuhuma, wa huwal-'aliyyul-'aẓim.
Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berkuasa disembah) melainkan Dia nan Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa nan di langit dan di bumi. Tiada nan dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa nan di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari pengetahuan Allah melainkan apa nan dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Itulah urutan referensi wirid setelah sholat nan bisa dibaca dan diamalkan, mulai dari membaca istigfar sampai Ayat Kursi. Semoga bermanfaat.
(ahd/juh)
[Gambas:Video CNN]
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·