Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi, menerima kunjungan Wakil Bupati Muna, La Ode Asrafil, di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Kamis (15/1). Pertemuan tersebut membahas perkembangan Kawasan Transmigrasi Mutiara dan rencana program tahun 2026.
"Terima kasih Bapak Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi atas support program aktivitas di tahun 2025", ujar La Ode.
Sejumlah proyek telah selesai dan sudah dimanfaatkan masyarakat, termasuk rehabilitasi 5 gedung SD, pembangunan 4 toilet sekolah, dan peningkatan jalan sepanjang 4,2 kilometer.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia pun mengusulkan usulan program untuk tahun anggaran 2026 nan lebih beragam. Rencana pembangunan meliputi jembatan, talud, jalan penghubung, dan jalan lingkungan di area transmigrasi.
Kawasan Transmigrasi Mutiara mencakup 5 kecamatan ialah Maligano, Wakorumba, Pasir Putih, Pasikolaga, dan Batukara dengan total masyarakat 25.375 jiwa. Kawasan nan dibuka tahun 2010 ini berada di jalur strategis antara Buton Utara, Buton, Baubau menuju Kendari dan dilalui jalan negara.
Viva Yoga mengapresiasi nama Mutiara nan diambil dari singkatan kecamatan di area tersebut, ialah 'M'aligano, Wakor'U'mba, Pasir Pu'TI'h, Pasikolag'A', dan Batuka'RA'.
"Nama area transmigrasi, Mutiara, sangat bagus," ucapnya dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1).
Penamaan ini mirip dengan konsep penamaan Wakatobi, campuran dari beberapa nama pulau utama, Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binonko. Status lahan di Mutiara juga dinilai baik dengan 858 bagian sudah bersertifikat tanpa masalah sengketa.
Viva Yoga mendorong pengembangan komoditas unggulan nan sudah ada di area tersebut. Data menunjukkan produksi jagung mencapai 1.262,50 ton dari lahan 517 hektare, kelapa 1.850 ton dari 1.938,90 hektare, dan daging sapi 7.040 kilogram dari 4.633 ekor ternak.
Produksi jagung dari Mutiara saat ini sudah dikirim hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. Namun peternak ayam di area tersebut menghadapi hambatan lantaran nilai pakan nan mahal.
Merespons keluhan tersebut, Viva Yoga mengusulkan pembangunan industri pakan ternak di Mutiara. Gagasan ini dinilai sangat memungkinkan mengingat produksi jagung di area tersebut melimpah dan justru menjadi bahan baku pakan ternak dari Makassar.
Viva Yoga menegaskan komitmen mendukung pembangunan Kawasan Transmigrasi Mutiara. Dukungan ini bermaksud menciptakan area pertumbuhan ekonomi baru nan dapat meningkatkan kesejahteraan transmigran dan penduduk setempat di Sulawesi Tenggara.
"Kita dukung Mutiara sebagai area pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara", pungkas mantan Anggota Komisi IV DPR dua periode itu.
(rir)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·