CNN Indonesia
Jumat, 01 Mei 2026 03:00 WIB
Ilustrasi. Sengatan tawon vespa bisa berakibat fatal. (istockphoto/Jen Insyxiengmai)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tawon sering dianggap serangga biasa nan hanya menimbulkan rasa nyeri saat menyengat. Namun, tidak demikian dengan Vespa affinis alias nan dikenal sebagai tawon ndas. Serangga ini menyimpan potensi ancaman serius, apalagi bisa menyebabkan kematian dalam kondisi tertentu.
Tawon Vespa affinis mempunyai panjang tubuh sekitar tiga sentimeter, dengan warna dominan hitam serta belang kuning alias oranye di bagian perut. Spesies ini banyak ditemukan di wilayah Asia subtropis, termasuk Hong Kong, Taiwan, Sri Lanka, Thailand, hingga Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir Universitas Muhammadiyah Surabaya, ancaman utama tawon ini bukan hanya pada sengatannya, melainkan pada pola serangannya. Saat menyengat, tawon bakal mengeluarkan feromon, senyawa kimia nan berfaedah sebagai 'alarm' bagi koloni lain.
Akibatnya, satu sengatan bisa memicu serangan berkelompok dalam waktu singkat. Tawon-tawon lain bakal datang dan ikut menyerang, terutama jika sarangnya terganggu alias merasa terancam.
Peneliti biologi dari LIPI, Rosichon Ubaidillah, menyebut bahwa akibat menjadi fatal dan meningkat jika jumlah sengatan banyak alias korban mempunyai sensitivitas terhadap racun tawon.
"Apabila sengatan cukup banyak dan orangnya sensitif alias alergi dengan racun (venom) sengat, tidak bakal lama memperkuat hidup," ujarnya.
Dari bengkak hingga alergi berat
Dalam jumlah kecil, sengatan satu alias dua ekor tawon umumnya hanya menimbulkan reaksi ringan seperti nyeri dan bengkak. Kondisi ini biasanya bisa ditangani dengan kompres es alias obat antihistamin.
Namun, situasi bisa berubah drastis jika sengatan terjadi dalam jumlah banyak alias tidak segera ditangani. Racun nan masuk ke tubuh bakal meningkat dosisnya dan memicu reaksi nan lebih serius.
Salah satu kondisi nan perlu diwaspadai adalah anafilaksis, ialah reaksi alergi berat nan dapat menyerang seluruh tubuh. Kondisi ini bisa berkembang sigap dan menakut-nakuti nyawa.
Tak hanya reaksi alergi, sengatan tawon vespa dalam jumlah besar juga bisa merusak organ vital. Dua komplikasi nan sering muncul adalah:
• edema paru akut: penumpukan cairan di paru-paru nan menyebabkan sesak napas
• kandas ginjal akut: penurunan kegunaan ginjal secara drastis
Kondisi ini dapat berkembang dalam hitungan hari setelah sengatan dan berpotensi berujung kematian jika tidak ditangani secara sigap dan tepat.
(tis/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·