Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI), Yenny Wahid, menyampaikan langsung kronologi dugaan kekerasan seksual nan menyeret pembimbing kepala Hendra Basir.
"Hari ini saya selaku ketua FPTI mau memberi pemaparan atas apa nan terjadi. Sekaligus apa saja langkah nan diambil dan strategi nan disusun untuk memastikan panjat tebing Indonesia tetap konsentrasi pada perolehan prestasi," kata Yenny Wahid dalam konvensi pers pada Rabu (4/3).
Yenny mengatakan kasus dugaan kekerasan seksual nan dialami para atlet panjat tebing adalah peristiwa nan sangat berat dihadapi FPTI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi semua sudah memahami bahwa ada peristiwa nan sangat berat bagi kami dan seluruh insan olahraga. Telah terjadi kekerasan seksual nan dialami oleh para atlet," ucap Yenny.
Yenny kemudian mengungkap kronologi dari mulai mengumpulkan pemain di hotel, psikolog, pelatih, hingga memutuskan untuk menonaktifkan pembimbing kepala pelatnas panjat tebing Indonesia, Hendra Basir.
"Jadi pada tanggal 28 Januari, 8 orang atlet menghadap saya untuk melaporkan dugaan kekerasan seksual dan bentuk nan mereka alami," kata Yenny.
"Sesuai permintaan mereka, kami kumpulkan mereka nan terdiri dari atlet pelatnas dan wilayah beserta tim pembimbing minus terduga pelaku," ucap Yenny.
Yenny mengungkap dalam pertemuan tersebut FPTI juga melibatkan psikolog untuk mendalami psikologis para atlet.
"Lalu ada juga psikolog dan berkumpul di hotel untuk mendalami nan terjadi terhadap atlet. Beberapa hari kemudian saya mengeluarkan SK non aktif pembimbing kepala [Hendra Basir]," ucap Yenny.
[Gambas:Video CNN]
(ikw/ikw/rhr)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·