CNN Indonesia
Sabtu, 17 Mei 2025 16:57 WIB
Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 Desa Adat di Bali mendeklarasikan penolakan kehadiran preman nan berkedok organisasi masyarakat (ormas). (ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWO)
Denpasar, CNN Indonesia --
Sebanyak 13 ribu pecalang dari 1.500 Desa Adat di Bali mendeklarasikan penolakan kehadiran preman nan berkedok organisasi masyarakat (ormas).
Deklarasi tersebut disampaikan dalam aktivitas Gelar Agung Pacalang, di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Kota Denpasar, Bali, Sabtu (17/5).
Ketua Majelis Desa Adat (MDA) alias Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengatakan Pecalang Bali menjadi garda terdepan menjaga adat, budaya, tradisi, dan kearifan lokal Bali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pecalang Bali sejak leluhur sudah menjaga Bali, nindihin gumi Bali. Pecalang Bali menolak kriminalisme, premanisme dan sikap pemberontak nan dilakukan preman berbaju ormas dan berkedok ormas," kata Sukahet.
Dalam deklarasi tersebut, kata Sukahet, terdapat tiga poin krusial nan disampaikan ialah menolak kehadiran ormas nan melakukan tindakan premanisme dan intimidasi masyarakat.
"Mendukung TNI dan Polri dalam penyelenggaraan keamanan dan ketertiban di Bali, serta menindak dengan tegas ormas nan melakukan tindakan premanisme dan kriminalisasi nan meresahkan masyarakat," ujarnya.
Para pecalang juga mendukung sistem keamanan terpadu berbasis desa budaya (Sipandu Beradat) dan support keamanan desa budaya (Bankamda) dalam menjaga dan mengamankan desa budaya di Bali.
Sukahet menjelaskan deklarasi ini bermaksud untuk menyamakan persepsi mengenai dengan rumor terhadap ormas nan kian berkembang.
Menurutnya, sejak bertahun silam desa budaya di Bali telah mempunyai pecalang untuk menjaga keamanan di setiap aktivitas di desa budaya di Bali.
"Berkolaborasi dengan abdi negara dari kepolisian dan TNI, sehingga dianggap sudah sangat cukup untuk menjaga keamanan di Bali," ujarnya.
Sukahet juga menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah provinsi mengenai kesejahteraan pecalang, termasuk soal insentif.
"Saya berharap, kepemimpinan wilayah saat ini memberikan perhatian lebih terhadap eksistensi pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga budaya dan budaya Bali," ujarnya.
(fra/kdf/fra)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·