Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Jumhur Hidayat mengungkap pesan Presiden RI Prabowo Subianto saat memintanya masuk ke dalam kabinet pemerintahannya.
Ia menyebut pesan pertama nan disampaikan adalah larangan untuk melakukan korupsi selama menjabat. Hal nan kedua adalah urus segera soal tata kelola sampah di Indonesia.
"Yang pasti ya, jangan korupsi! Itu pasti. Itu nan paling awal. Enggak boleh korupsi," kata Jumhur di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Jumhur mengungkap Prabowo juga meletakkan perhatian besar terhadap persoalan sampah nan menjadi rumor mendesak di beragam daerah.
Ia menjelaskan salah satu solusi nan didorong adalah pengolahan sampah menjadi daya ( waste to energy/WTE). Namun, menurutnya, tidak semua wilayah menggunakan pendekatan tersebut.
Jumhur mencontohkan kunjungannya ke Banyumas di Jawa Tengah beberapa waktu lampau berbareng Prabowo. Daerah itu disebut bisa menerapkan teknologi memproduksi bahan bakar alternatif dari pengolahan sampah (Refuse Derived Fuel/RDF), bukan WTE.
Menurut dia, teknologi WTE umumnya memerlukan investasi besar hingga triliunan rupiah dan baru bakal dikembangkan di sekitar 36 wilayah aglomerasi.
Sementara itu, wilayah lain tetap perlu solusi jangka pendek tanpa kudu menunggu proyek besar tersebut rampung.
"Itu (WtE) bisa jadi baru selesai 2-3 tahun gitu kan. Masa kita mau nunggu? Kalau kita rupanya bisa ada langkah nan lebih untuk menanti itu, kenapa tidak kita welcome? Kita enggak menunggu itu," ujar Jumhur.
Masih menjabat di serikat buruh
Di sisi lain, Jumhur juga menyinggung posisinya nan tetap aktif sebagai ketua umum di Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI).
Ia memastikan tidak ada bentrok kepentingan lantaran aktivitas tersebut dilakukan di luar jam kerja sebagai menteri.
"Masih dong (jadi ketua umum KSPSI). Itu kan enggak ada urusan, itu kan civil society. Pergerakan. Enggak ada conflict of interest. Itu kan organisasi kayak ketua RW. Enggak apa-apa juga jadi menteri," ucap Jumhur.
"(Fokus) saya 100 persen di Kementerian Lingkungan Hidup. Saya enggak boleh diganggu di jam kerja dan hari kerja, tapi di luar kerja itu kewenangan saya mau ngapain saja boleh," jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) pada Senin (27/4). Jumhur menggantikan Hanif Faisol nan sekarang ditugaskan Prabowo sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
(dhz/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·