Jakarta, CNN Indonesia --
Narkoba jenis sabu dan kokain seberat 2 ton hasil tangkapan TNI AL di perairan Selat Durian, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) dimusnahkan.
Pemusnahan dipimpin oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Erwin S.Aldedharma dan jejeran TNI AL berbareng denganBNN, Bea Cukai, Polri, hingga Kejaksaan, di Mako Lantamal 4 Batam, Kepulauan Riau, Selasa (20/5).
"Dengan pemusnahan ini kita telah bersama-sama menyelamatkan kurang lebih 16 juta jiwa dari akibat negatif narkoba," kata Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya (Laksdya) Erwin S. Aldedharma dalam konvensi pers.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erwin menerangkan sebelum pemusnahan, peralatan bukti narkoba tersebut telah lebih dulu ditimbang dan uji laboratorium forensik. Hal ini dilakukan untuk menguji kandungan narkoba dalam peralatan haram tersebut.
Dalam kesempatan sama, Sekretaris Utama (Sestama) BNN, Tantan Sulistyana mengatakan BNN RI telah menerima limpahan narkoba sebanyak 2 ton hasil penindakan TNI AL di perairan Selat Durian.
Selanjutnya, BNN RI melakukan penimbangan dan penyisihan narkotika sesuai patokan hukum. Setelah ditimbang dan disisihkan, BNN melakukan uji laboratorium di Pusat Laboratorium Narkotika BNN dan Laboratorium Badan POM
Tantan berkata hasil penimbangan total ada 705,8 kg sabu dan 1.200 kg kokain. Dari jumlah itu, 706 gram sabu dan 1.200 gram kokain disisihkan untuk kepentingan uji laboratorium dan penyidikan. Sedangkan lainnya dilakukan pemusnahan.
"Sehingga narkoba nan bakal dimusnahkan nanti, sebanyak 1.198.800 gram," kata dia.
Tatan juga menerangkan lima orang nan ditangkap dalam perkara ini juga telah ditetapkan sebagai tersangka kasus peredaran narkoba.
Mereka dijerat Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
"Dengan ancaman balasan maksimal adalah balasan mati," ucap Tatan.
Sebelumnya, personel TNI Angkatan Laut (AL) menangkap satu kapal bermuatan narkoba selundupan seberat 2 ton di perairan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) I Laksda TNI Fauzi mengatakan upaya menggagalkan penyelundupan narkoba ini berasal dari kecurigaan petugas saat patroli di laut pada 13 Mei lalu.
Saat itu, petugas sangsi dengan kapal ikan asing berbendera Thailand dengan nama Aungtoetoe 99. Pasalnya, kapal ikan itu berlayar dengan menggelapkan diri dan dengan kecepatan relatif tinggi.
Kapal juga tidak melaksanakan perintah tim patroli TNI AL untuk berakhir sehingga kapal patroli sempat melakukan pengejaran.
Kecurigaan pada kapal ini pun bertambah setelah dilakukan pengecekan lantaran kapal ikan itu tak membawa ikan maupun perangkat penangkap ikan.
TNI AL pun melakukan pemeriksaan menyeluruh dan menemukan bahwa kapal itu mengangkut narkoba nan dikemas dalam karung berwarna kuning dan putih. Terdapat 35 karung kuning dan 60 karung putih di kapal itu.
Sebanyak lima anak buah kapal (ABK) diamankan dalam operasi ini. Mereka terdiri dari satu penduduk Thailand dan empat penduduk Myanmar.
Seluruh ABK tidak mempunyai arsip perjalanan maupun perizinan pelayaran nan sah. Mereka diduga jadi perangkat penyelundupan narkotika lintas negara dengan kamuflase pencarian ikan.
Komandan lantamal IV Batam Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, dalam keterangan pers nan diterima CNNIndonesia.com pada Minggu (18/5), menyebut total narkotika itu ditaksir berbobot hingga Rp7,5 triliun.
(dis/arp/wis)
[Gambas:Video CNN]
11 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·