slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

23 Siswa Smp Di Tabanan Bali Belum Lancar Membaca

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

Denpasar, CNN Indonesia --

Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, Bali, mencatat 23 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) nan belum lancar membaca. Mereka berasal dari sekolah swasta maupun negeri di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama mengakui tetap ada siswa nan belum lancar membaca di tingkat SMP.

"Jadi di info kami ada 23 (siswa) bukan tidak bisa membaca, jadi kurang lancar membaca," kata Darma saat dikonfirmasi, Kamis (15/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Darma menyebut pihaknya membentuk tim untuk menangani para siswa SMP nan belum lancar membaca. Baik di tingkat kabupaten untuk melakukan monitoring maupun penguatan literasi dan numerasi.

"Jadi anak-anak nan ketinggalan termasuk ketertinggalan urusan membaca belum lancar. Tentunya kami melakukan pendampingan oleh tim itu. Tapi tetap di jenjang pendidikan dasar berproses," jelasnya.

Darma memastikan 23 siswa SMP di Tabanan nan belum lancar membaca itu saat ini telah mendapat pendampingan dari guru-guru pilihan di sekolah.

Menurutnya, para siswa SMP di Tabanan nan belum lancar membaca paling banyak lantaran aspek disleksia.

"Yang paling banyak disleksia, sebagian mini dari 12 ribu lebih siswa di jenjang pendidikan dasar SD, SMP, itu. Iya 23 itu sudah mendapatkan penanganan," ujarnya.

Darma menargetkan tim nan dibentuk ini bisa membantu para siswa nan belum lancar membaca tersebut.

"Targetnya kita kan mereka bisa membaca lebih dari membaca mengeja. Kalau tingkatan membaca itu kan ada bisa membaca dengan langkah mengeja, bisa membaca lancar dan bisa membaca profesional," katanya.

Bantah Lulusan SMA belum lancar baca

Di sisi lain, Darma ragu jika ada siswa SMA di Tabanan yang sudah lulus namun belum lancar membaca. Menurutnya, siswa nan sudah lulus itu lancar ketika berkomunikasi lewat pesan singkat di handphone.

"Kebetulan kemarin disampaikan di rapat bahwa (siswa SMA) itu sekarang anaknya sudah tamat, nan berkepentingan fasih, dia menggunakan handphone untuk mengetik, menulis dan sangat paham, komunikatif lewat handphone dan sekarang orangnya sudah bekerja, katanya," kata Darma.

Darma mengatakan tidak mungkin jika siswa nan lulus SMA belum lancar membaca lantaran siswa tersebut fasih alias sangat lancar menggunakan komunikasi lewat handphone.

"Rasanya tidak mungkin tamat SMA jika (belum lancar) membaca. Sekarang menurut penjelasan nan mengeluarkan statement, jadi nan berkepentingan apalagi fasih dan sangat lancar menggunakan komunikasi lewat handphone dengan chattingan. Kalau kita ngechat tentunya pasti mengerti dong, bisa dong membaca dan mengerti nan dibaca, sehingga bisa membalas," imbuhnya.

Pihaknya juga belum berjumpa dengan dengan dua siswa nan telah lulus tersebut lantaran masalah tersebut baru muncul saat rapat bersama DPRD Kabupaten Tabanan.

"Tidak pernah juga mendapatkan laporan itu selain statement kemarin nan notabene (siswa tersebut) dekat rumahnya (Ketua DPRD Tabanan). Kalau lancar menggunakan chatting di handphone sepertinya kita tidak percaya jika tidak bisa (lancar) membaca," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, menemukan ada dua siswa nan sudah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) tetap tidak bisa lancar membaca.

Arnawa menyampaikan, untuk siswa SMA nan lulus nan diketahui tidak lancar membaca ada dua orang, adalah seorang laki-laki dan perempuan, dan keduanya sebenarnya tidak lancar membaca sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Tidak ocehan membaca alias tidak lancar membaca. Saya ketahui itu waktu dia SMP dan saya tanya bunyinya, ini apa bacaannya, dia tidak lancar membaca. Kalau dia memang dibilang misalnya ada kelainan, saya rasa sih tidak, orangnya sehat-sehat kayak orang biasa saja," kata Arnawa, saat dihubungi Kamis (15/5).

Ia mengetahui, bahwa kedua siswa tersebut tidak lancar membaca sejak duduk di bangku SMP, lantaran kedua siswa itu berasal dari kampungnya. Namun, dia juga kaget setelah lulus SMA keduanya tetap belum lancar membaca.

(fra/kdf/fra)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru