CNN Indonesia
Selasa, 10 Mar 2026 09:15 WIB
Ilustrasi. Kurma juga berfaedah untuk ibu hamil, apalagi bisa bantu persalinan. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kurma kerap disebut sebagai salah satu camilan sehat nan dianjurkan untuk ibu hamil. Buah manis ini dipercaya membantu mengatasi sembelit hingga berpotensi memperlancar proses persalinan.
Kurma merupakan buah dari pohon kurma, sejenis tanaman berbunga nan telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Rasanya nan manis berasal dari gula alami, sehingga sering dijadikan pengganti pengganti gula tambahan.
Mengutip Health Shots, Direktur Departemen Obstetri dan Ginekologi, Chetna Jain, menyebut kurma mengandung beragam mikronutrien krusial seperti kalium, mangan, magnesium, dan tembaga. Selain itu, kurma juga kaya vitamin, mineral, dan antioksidan nan mendukung kesehatan ibu dan janin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut sejumlah faedah kurma untuk ibu hamil, dirangkum dari beragam sumber:
1. Membantu mengatasi sembelit
Sembelit menjadi keluhan umum selama kehamilan. Perubahan hormon memperlambat kerja saluran cerna, ditambah konsumsi suplemen unsur besi nan bisa memperparah kondisi ini.
Mengutip WebMD, empat butir kurma mengandung sekitar 6,7 gram serat alias sekitar 25 persen kebutuhan serat harian orang dewasa. Serat membantu melancarkan buang air besar dan menjaga kesehatan pencernaan.
2. Menjaga keseimbangan cairan
Kurma mengandung kalium, mineral krusial untuk menjaga keseimbangan cairan dan kegunaan sel tubuh. Dalam 100 gram kurma (sekitar empat butir) terdapat sekitar 696 miligram kalium.
Melansir Healthline, pada trimester pertama sebagian ibu mengandung mengalami mual dan muntah nan dapat menurunkan kadar kalium tubuh. Asupan makanan kaya kalium membantu menjaga keseimbangan elektrolit dan kegunaan otot.
3. Membantu mencegah abnormal lahir
Kurma mengandung folat, vitamin B nan berkedudukan krusial dalam mencegah abnormal tabung saraf seperti spina bifida. Meski kadarnya tidak sebesar suplemen masam folat, kurma tetap dapat menjadi sumber folat alami tambahan dalam pola makan.
4. Mencegah anemia
Kurma juga mengandung unsur besi. Selama hamil, kebutuhan unsur besi meningkat nyaris dua kali lipat dibandingkan sebelum hamil.
Kekurangan unsur besi dapat menyebabkan anemia defisiensi besi nan berisiko meningkatkan kesempatan kelahiran prematur alias bayi dengan berat badan lahir rendah.
5. Membantu menjaga gula darah tetap stabil
Kurma mempunyai indeks glikemik (IG) rendah hingga sedang. Artinya, gula dalam kurma dicerna lebih lambat sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.
Hal ini krusial mengingat sekitar 10 persen ibu mengandung mengalami glukosuria gestasional, ialah kondisi gula hipertensi nan muncul selama kehamilan. Memilih sumber gula alami seperti kurma dinilai lebih baik dibandingkan gula tambahan, tentu dalam jumlah nan wajar.
6. Mendukung kesehatan tulang
Kandungan selenium, magnesium, dan mangan pada kurma berkedudukan dalam menjaga kesehatan tulang. Nutrisi ini membantu mengurangi akibat gangguan tulang, termasuk osteoporosis, nan kerap dikhawatirkan perempuan.
7. Mengurangi kerontokan rambut
Sebagian wanita mengalami perubahan kondisi rambut selama hamil, termasuk kerontokan. Kandungan unsur besi pada kurma dapat membantu meningkatkan aliran darah, termasuk ke kulit kepala, sehingga mendukung kesehatan rambut.
Benarkah kurma bisa membantu persalinan?
Menurut Jain, kurma berpotensi membantu merangsang persalinan. Ia menyarankan ibu mengandung mulai mengonsumsi kurma pada bulan kesembilan alias setelah usia kehamilan 36 minggu, sekitar empat minggu sebelum perkiraan tanggal persalinan.
Melansir Verywell Health, sejumlah mahir menduga faedah ini berangkaian dengan pengaruh senyawa dalam kurma nan memengaruhi kerja hormon oksitosin. Oksitosin dikenal sebagai hormon nan berkedudukan dalam memicu kontraksi saat persalinan.
Sebuah studi pada 2013 terhadap lebih dari 200 ibu mengandung menemukan konsumsi kurma dapat membantu proses pelunakan leher rahim menjelang persalinan.
Penelitian lain menunjukkan ibu mengandung nan mengonsumsi enam butir kurma per hari selama empat minggu sebelum tanggal perkiraan lahir mengalami tahap pertama persalinan nan lebih singkat dan kondisi serviks nan lebih siap sebelum melahirkan.
Meski demikian, konsumsi kurma tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing ibu. Dengan pola makan seimbang dan konsultasi rutin ke dokter, kurma dapat menjadi bagian dari asupan nutrisi nan mendukung kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.
(nga/tis)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·