CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 20:15 WIB
Ilustrasi. Ruam alias bercak merah di leher bisa disebabkan oleh banyak faktor. (AFP/SAUL LOEB)
Jakarta, CNN Indonesia --
Bercak merah di leher kadang bikin khawatir. Tak heran jika banyak orang nan bertanya-tanya soal apa penyebab bercak merah di leher.
Belakangan, perhatian publik tertuju pada kemunculan ruam merah di leher kanan Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat menghadiri aktivitas di Gedung Putih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto nan beredar menunjukkan bercak merah cukup besar dengan beberapa bagian tampak seperti koreng kecokelatan di atas kerah kemejanya.
Dokter kepresidenan AS, Sean Barbabella menyebut, kondisi tersebut berangkaian dengan penggunaan krim perawatan kulit pencegahan nan diresepkan oleh master Gedung Putih.
Meski dalam kasus Trump disebut sebagai pengaruh perawatan kulit, secara umum bercak merah di leher memang dapat disebabkan oleh beragam faktor. Berikut penjelasannya.
1. Dermatitis kontak iritan
Mengutip dari Health, kondisi ini terjadi ketika kulit terpapar unsur nan berkarakter mengiritasi, seperti sabun, sampo, deterjen, parfum, krim oles, pewarna rambut, hingga logam pada perhiasan.
Gesekan kain alias tali lanyard di leher juga bisa memicu kemerahan. Biasanya kulit terasa perih, kering, alias seperti terbakar ringan.
2. Dermatitis kontak alergi
Berbeda dengan iritasi biasa, kondisi ini melibatkan reaksi sistem imun terhadap alergen seperti logam, pewangi, pengawet, alias pewarna.
Mengutip dari Very Well Health, indikasi muncul di area nan bergesekan langsung dengan pemicu dan sering disertai kemerahan, gatal, bentol, hingga ruam.
[Gambas:Video CNN]
3. Reaksi alergi terhadap makanan alias lingkungan
Alergi makanan maupun paparan alergen lingkungan dapat memicu ruam di wajah dan leher. Respons imun tubuh terhadap unsur asing menyebabkan peradangan pada kulit, nan bisa tampak sebagai kemerahan, gatal, alias pembengkakan ringan.
4. Eksim (dermatitis atopik)
Eksim merupakan kondisi peradangan kulit kronis nan bisa muncul di leher. Faktor genetik dan lingkungan berkedudukan dalam memicu kondisi ini.
Stres, perubahan cuaca, produk perawatan pribadi, serta paparan alergen dapat memperparah gejala. Kulit biasanya kering, sangat gatal, dan bisa menebal jika sering digaruk.
5. Infeksi
Infeksi virus, bakteri, alias jamur juga dapat menyebabkan bercak merah di leher. Mikroba bisa masuk melalui luka mini alias menyebar lewat kontak langsung.
Beberapa jangkitan nan bisa terjadi meliputi campak, herpes zooster, impetigo, kurap, kudis, hingga folikulitis.
6. Biang keringat
Cuaca panas dan lembap alias busana ketat nan menjebak keringat dapat menyebabkan biang keringat. Keringat nan terperangkap menyumbat saluran keringat sehingga menimbulkan peradangan, iritasi, dan ruam kemerahan nan terasa gatal alias perih.
7. Psoriasis
Psoriasis adalah penyakit autoimun nan membikin sel kulit tumbuh terlalu sigap sehingga membentuk bercak tebal dan bersisik.
Kondisi ini dapat kambuh sewaktu-waktu dan sering dipicu stres alias infeksi. Pada leher, psoriasis tampak sebagai plak kemerahan nan cukup jelas batasnya.
8. Gigitan serangga
Gigitan nyamuk, kutu kasur, semut api, alias serangga lainnya dapat menyebabkan bercak merah di leher, terutama jika area tersebut tidak tertutup pakaian. Biasanya muncul sebagai bentol mini nan terasa gatal dan bisa meradang jika digaruk.
Sebagian besar bercak merah di leher tidak rawan dan bisa membaik dengan menghindari pemicu alias menggunakan perawatan sederhana.
(nga/asr)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·