CNN Indonesia
Selasa, 03 Mar 2026 21:00 WIB
Ilustrasi. Meningkatkan Dopamin bisa dilakukan dengan tiga langkah sederhana. (stokpic/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dopamin kerap dijuluki sebagai 'hormon kebahagiaan'. Zat kimia di otak ini berkedudukan menghadirkan rasa senang, meningkatkan motivasi, serta memperkuat konsentrasi dan daya ingat.
Ketika kadar dopamin berada dalam kondisi seimbang, suasana hati condong lebih stabil dan keahlian berpikir pun bekerja lebih optimal.
Kabar baiknya, langkah meningkatkan dopamin rupanya tidak selalu rumit. Bahkan, bisa dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktisi Kesehatan Masyarakat sekaligus Pendiri Health Collaborative Center (HCC), Ray Wagiu Basrowi, membagikan sejumlah langkah mudah untuk merangsang produksi dopamin.
"Meningkatkan dopamin, pertama bisa dengan sentuhan positif, lampau membangun empati dan membiasakan diri melakukan baik kepada orang lain," ujarnya dalam keterangannya saat obrolan media berjudul Eksperimen Sosial, Cek Teman Sebelah di Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Menurut Ray, ada tiga langkah sederhana nan terbukti berangkaian dengan peningkatan dopamin sekaligus kebahagiaan, yakni:
1. Membangun kontak bentuk nan positif
Dopamin dapat meningkat ketika seseorang merasakan kebahagiaan, termasuk melalui kontak bentuk nan positif dan sesuai. Pelukan, berjabat tangan, alias sentuhan tulus penuh empati bisa memicu pelepasan hormon ini.
Kontak bentuk nan wajar dan dilakukan dengan niat baik menciptakan rasa kedekatan emosional serta memperkuat rasa aman. Respons biologis tersebut bukan hanya memperbaiki suasana hati, tetapi juga membantu menekan hormon stres seperti kortisol.
Dengan kata lain, sentuhan sederhana nan dilakukan secara sadar dapat memberikan pengaruh psikologis sekaligus fisiologis bagi tubuh.
2. Membangun rasa empati
Empati adalah keahlian memahami dan merasakan kondisi emosional orang lain. Contohnya sederhana, seperti berbagi makanan alias tergerak menyumbang setelah memandang orang lain bersedekah.
Ketika seseorang terdorong melakukan kebaikan lantaran memandang contoh positif, muncul rasa puas dari dalam diri. Perasaan ini berangkaian erat dengan sistem dopamin di otak.
Respons tersebut kemudian memperkuat perilaku baik dan menciptakan pengaruh 'menular'. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini membantu membangun kesehatan mental nan lebih stabil, terutama pada remaja nan tetap berada dalam fase perkembangan emosional.
3. Membiasakan diri melakukan baik
Ray menekankan bahwa ketika seseorang secara sadar konsentrasi pada kebaikan, tubuh secara alami menekan hormon stres dan meningkatkan kekuasaan dopamin.
"Ketika seseorang secara sadar konsentrasi pada kebaikan, tubuh menekan hormon stres seperti kortisol, lampau lebih mendominankan hormon dopamin nan dikenal sebagai hormon kebahagiaan," katanya.
Berbuat baik juga membuka ruang empati, meningkatkan working memory, serta memperkuat keahlian memahami perspektif pandang orang lain. Proses ini membikin otak lebih adaptif dan responsif terhadap situasi sosial.
Dampak positif jika dopamin lebih dominan
Efek dopamin tidak berakhir pada rasa senang. Pada anak dan remaja usia pertumbuhan, kekuasaan hormon kebahagiaan dapat meningkatkan kegunaan otak secara keseluruhan.
"Ketika hormon kebahagiaan lebih dominan, proses belajar menjadi lebih optimal, konsentrasi meningkat, dan keahlian kognitif lebih tajam. Remaja nan mempunyai empati tinggi bakal condong lebih inovatif serta bisa menjadi pemasok perubahan," ujar Ray.
Selain itu, dopamin juga berkedudukan besar dalam motivasi. Hormon ini tidak hanya muncul saat tugas selesai, tetapi justru bisa meningkat sebelum dan selama proses pengerjaan sebagai respons terhadap antisipasi imbalan.
Tak kalah penting, dopamin memengaruhi pengambilan keputusan. Zat kimia ini membantu otak memprediksi faedah di masa depan, mencari potensi keuntungan, serta menjaga konsentrasi agar keputusan nan diambil lebih tepat.
Dengan kata lain, kebahagiaan nan dipicu oleh sentuhan, empati, dan kebaikan bukan sekadar emosi sesaat. Ia adalah investasi biologis nan berakibat panjang bagi kesehatan mental dan kualitas hidup.
(tis/tis)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·