slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Alasan Arab Saudi Larang Impor Ayam Dan Telur Dari Indonesia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Arab Saudi resmi melarang impor unggas, termasuk ayam, dan telur dari 40 negara, termasuk Indonesia.

Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi (Saudi Food and Drug Authority/ SFDA) beralasan langkah itu diambil sebagai upaya pencegahan untuk melindungi kesehatan masyarakat dan memperketat standar keamanan pangan di pasar domestik.

SFDA menerangkan larangan total tersebut merupakan bagian dari upaya antisipasi terhadap akibat penyakit hewan nan dapat berakibat pada keamanan pangan, khususnya pandemi flu burung nan sangat patogen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam pembaruan terbaru nan dilaporkan media lokal Arab Saudi, Okaz, Indonesia termasuk dalam daftar 40 negara nan dikenai larangan total impor unggas dan telur.

Selain Indonesia, negara lain nan masuk daftar larangan antara lain Afghanistan, Jerman, Iran, Bosnia dan Herzegovina, Bulgaria, Bangladesh, Taiwan, Afrika Selatan, China, Irak, Vietnam, Kamboja, Korea Selatan, Jepang, Inggris, Mesir, India, hingga Sudan.

SFDA menjelaskan sebagian negara telah masuk daftar larangan sejak 2004, sementara negara lain ditambahkan secara berjenjang berasas penilaian akibat serta laporan internasional mengenai penyakit hewan, terutama pandemi flu burung.

Otoritas tersebut menegaskan daftar negara nan dikenai larangan bakal terus ditinjau secara berkala sesuai perkembangan situasi kesehatan global.

Selain larangan total, SFDA juga menerapkan pembatasan parsial terhadap impor unggas dan telur dari wilayah tertentu di 16 negara lainnya. Negara nan dikenai pembatasan sebagian tersebut antara lain Australia, Amerika Serikat, Italia, Belgia, Denmark, Prancis, Kanada, Malaysia, Filipina, dan Polandia.

Pembatasan parsial diberlakukan hanya pada provinsi alias kota tertentu nan dinilai mempunyai akibat kesehatan mengenai penyakit unggas.

SFDA menyatakan produk unggas dan turunannya nan telah melalui proses pemanasan alias pengolahan tertentu tetap diperbolehkan masuk ke Arab Saudi, selama proses tersebut terbukti bisa menghilangkan virus penyakit Newcastle dan memenuhi seluruh persyaratan kesehatan nan berlaku.

Produk tersebut kudu disertai sertifikat kesehatan resmi dari otoritas berkuasa di negara asal nan memastikan proses pengolahan telah memenuhi standar keamanan pangan. Selain itu, produk juga wajib berasal dari akomodasi produksi nan telah disetujui otoritas Arab Saudi.

Lebih lanjut, SFDA menegaskan kebijakan pembatasan impor ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Arab Saudi dalam memantau perkembangan epidemiologi dunia dan menjaga keamanan rantai pasok pangan nasional.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru